IHSG Terus Melesat, Waspadai Aksi Ambil Untung di Bursa

IHSG berpeluang untuk kembali melanjutkan penguatan. Namun, perlu diwaspadai aksi ambil untung alias profit taking. “IHSG sudah memasuki area overbought (jenuh beli),” kata Tim Analis OSO Securities.
Martha Ruth Thertina
20 Maret 2017, 10:21
Indeks Saham KATADATA|Arief Kamaludin
Indeks Saham KATADATA|Arief Kamaludin
Indeks Saham KATADATA|Arief Kamaludin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat meski sejumlah indeks di bursa Asia menunjukkan pelemahan. Pada perdagangan Senin (20/3) pagi, IHSG dibuka naik 0,21 persen ke level 5.552. Bila penguatan berlanjut, indeks berpeluang untuk kembali mencetak rekor tertinggi. Namun, aksi ambil untung (profit taking) bisa saja terjadi sehingga indeks berbalik melemah.

Pada Jumat (17/3) pekan lalu, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa yakni sebesar 5.540. Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada 7 April 2015 sebesar 5.523. Tim Analis dari OSO Securities menyebut pencapaian itu didorong oleh kuatnya sentimen positif setelah Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), menaikkan bunga dananya (Fed Fund rate) pertengahan pekan lalu.

“Pasca keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan, tampaknya semakin membuat prospek pasar saham Indonesia menarik,” kata Tim Analis OSO Securities dalam laporan kajian pasar yang diterima Katadata, Senin (20/3). (Baca juga: IHSG Cetak Rekor di Tengah Merosotnya Bursa Saham di Asia)

Tim analis OSO mencatat, IHSG berhasil menguat sebesar 2,78 persen ke level 5.540 sepanjang pekan lalu. Enam dari 10 indeks sektoral ditutup menguat. Penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor pertambangan yang naik 1,40 persen, lalu diikuti sektor keuangan yang menguat 1,06 persen.

Sementara itu, nilai transaksi di pasar reguler terus mengalami peningkatan. Pada Jumat (17/3) pekan lalu, nilai transaksi mencapai Rp 10,20 triliun. Adapun, pelaku asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 2,48 triliun. Hal ini menunjukkan membesarnya minat pelaku pasar terhadap bursa domestik. (Baca juga: Pasar Respons Positif Fed Rate, BI Berani Tahan Bunga Acuan)

Melihat perkembangan tersebut, tim analis OSO meramalkan, IHSG berpeluang untuk kembali melanjutkan penguatan dan bergerak di kisaran 5.505-5.568 pada perdagangan di awal pekan ini. Namun, perlu diwaspadai aksi ambil untung alias profit taking. “Perlu diwaspadai aksi profit taking mengingat IHSG sudah memasuki area overbought (jenuh beli).”

Tren penguatan juga disampaikan Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya. Menurut dia, indeks menguat seiring dengan arus masuk modal asing (capital inflow) dan ketahanan indeks yang semakin membumbung tinggi. “Support  yang terjaga kuat saat ini akan kembali membuka peluang kenaikan lanjutan yang masih terlihat cukup besar, hari ini IHSG terlihat masih berpotensi menguat,” kata dia.

Dari bursa Asia, sejumlah indeks masih mencatatkan penurunan. Hingga pukul 10.00 pagi ini, indeks Kospi di Korea Selatan merosot 0,52 persen ke level 2.153, demikian juga indeks Topix di Tokyo, Jepang turun 0,43 persen ke level 1.565.

Di sisi lain, CSI 300 Indeks di Cina menguat tipis 0,06 persen ke level 3.447 dan indeks Hang Seng di Hong Kong melejit 0,60 persen ke level 24.455.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait