Punya Jangkauan Luas, PLN Gabung dalam Satgas Bencana BUMN

PLN mempunyai perangkat luas, sehingga dapat menjadi penggerak utama dalam pendataan kebutuhan korban bencana.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Publikasi Katadata
11 Februari 2022, 12:41
Menteri BUMN Erick Tohir meresmikan Satgas Siaga Bencana BUMN.
PLN
Menteri BUMN Erick Tohir meresmikan Satgas Siaga Bencana BUMN.

PT PLN (Persero) bergabung dalam Satgas Siaga Bencana BUMN yang dibentuk Kementerian BUMN. Perseroan siap membantu penanggulangan bencana di Indonesia. Dukungan PLN menjadi penting mengingat perusahaan memiliki perangkat kerja sampai ke level kecamatan.

Agung Murdifi selaku Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN yang juga menjabat Sekretaris Utama Satgas Siaga Bencana BUMN menjelaskan, PLN mempunyai perangkat hingga wilayah terdekat dengan masyarakat yang tak jarang paling mengerti topografi wilayah, sehingga menjadi penggerak utama dalam mendata kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

"PLN dalam hal ini siap mendukung rencana Kementerian BUMN untuk membuat Satgas Siaga Bencana BUMN sampai ke level wilayah terkecil. Mengingat, PLN sendiri mempunyai perangkat unit kerja sampai ke wilayah kabupaten bahkan kecamatan," tutur Agung.

Agung juga menyampaikan, PLN tak hanya akan bergerak cepat memulihkan akses kelistrikan yang biasanya terputus akibat bencana. Pihaknya pun bekerja gesit menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

Selain itu, Agung mengimbuhkan, PLN saat ini mengelola 28 rumah BUMN di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini bisa menjadi pusat utama penanggulangan dan mitigasi bencana ke depan.

Lebih jauh terkait Satgas Siaga Bencana BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa ini berdiri sejak 2021. Satuan tugas bencana merupakan wujud peran aktif perusahaan-perusahaan pelat merah di tengah masyarakat.

"Satgas ini juga merupakan kolaborasi bagi semua BUMN untuk saling bahu membahu melakukan mitigasi dan penanggulangan awal saat bencana terjadi," ujar Erick.

Dengan adanya Satgas tersebut, imbuhnya, distribusi bantuan kepada masyarakat menjadi lebih cepat. Apalagi, dengan adanya kolaborasi maka penumpukan bantuan bisa diminimalisir. BUMN bergerak bersama untuk memetakan kebutuhan saat bencana bahkan saat pemulihan.

"Tahun ini, kita ingin Satgas Siaga Bencana ini juga hadir sampai ke wilayah terbawah. Sebab, keberadaan BUMN ini sangat erat dengan masyarakat sampai ke wilayah terkecil seperti kabupaten bahkan kelurahan," jelas Erick.

Turunnya Satgas sampai ke level kabupaten selayaknya bisa mempercepat respons tanggap bencana. BUMN bisa memanfaatkan Rumah BUMN yang selama ini menjadi inkubator UMKM sebagai pusat pengaduan atau posko pertama saat bencana terjadi.

"Dalam Rumah BUMN juga bisa dijadikan tempat mengajarkan masyarakat perihal mitigasi bencana yang jarang diketahui oleh masyarakat. Rumah BUMN bisa menjadi ruang edukasi," kata Erick.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mencatat, sepanjang 2021 silam ada kurang lebih 3.009 bencana yang melanda Indonesia. Bahkan di awal 2022 saja sudah tercatat 212 bencana yang terjadi di Tanah Air.

"Ketika ada bencana kami yang pertama ada di sana. Satgas ini pertama kali dibentuk untuk membantu saat banjir Jakarta terjadi di Januari 2021 lalu berlanjut berperan aktif dalam penanggulangan pandemi," ujar Arya.

Ia mengakui, sebelum adanya Satgas, semua BUMN ingin melakukan bantuan. Namun, semua jalan sendiri-sendiri sehingga bantuan menumpuk dan berulang.

"Untuk saat ini dengan adanya Satgas semuanya terkoordinasi dengan baik. Kami memetakan seperti apa pemulihannya langkah selanjutnya hingga semua BUMN bisa mengambil peran," tutur Arya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait