Bekraf Bawa 24 Proyek Ikut Program Inkubasi Docs by The Sea di Bali

Michael Reily
26 April 2019, 16:33
Peserta program inkubasi Docs By The Sea (DBTS) Incubator 2019 hasil kerjasama Bekraf dengan In-Docs. Program yang dimulai pada 25 April hingga 2 Mei 2019.
Bekraf
Peserta program inkubasi Docs By The Sea (DBTS) Incubator 2019 hasil kerjasama Bekraf dengan In-Docs. Program yang dimulai pada 25 April hingga 2 Mei 2019.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar Docs by The Sea Incubator sebagai program inkubasi proyek film dokumenter di Asia Tenggara. Sebanyak 9 karya asal Indonesia ikut dari total 24 proyek yang ikut serta program pada 25 April hingga 2 Mei 2019 di Bali.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik menyatakan 24 proyek yang ikut program hasil dari seleksi 112 proposal. Tujuan Docs By The Sea adalah kesempatan pendanaan dan perluasan jangkauan distribusi di industri film dokumenter internasional.

Ricky mengungkapkan peluang perkembangan film dokumenter terbuka lebar sejak film ditarik dari daftar hitam investasi di Indonesia. "Kini Indonesia diprediksi menjadi the next big thing di sektor perfilman di Asia,” katanya dalam keterangan resmi dari Bali, Jumat (26/4).

Fokus dalam inkubasi Docs By The Sea adalah program inkubasi untuk peningkatan cerita, proses edit film, serta penambahan nilai kreatif. Terdapat creative producing lab sebagai lab pertama yang gelar di Asia Tenggara dengan tujuan untuk meningkatkan kuantitas produser film yang kompeten.

(Baca: Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Ditolak, Garin Nugroho Buka Suara)

Ricky menambahkan, Docs by The Sea terselenggara sejak 2017 membuka akses festival film, pendanaan, maupun international pitching forum. Selama 2 tahun, pendanaan yang dihasilkan mencapai US$ 193.486 atau sekitar Rp 2,7 miliar (kurs Rp 14.100).

Film dokumenter asal Indonesia yang ikut dalam inkubasi adalah 1 Man, 33 Children karya Ika Wulandari, Waste on My Plate karya David Darmadi, juga The Ant and the Elephant karya Linda Nursanti.

Selain itu, ada lagi Catharina in a Country of Choirs garapan Patar Simatupang, Help is on the Way garapan Ismail Fahmi Lubis, Living on the Top of Fault garapan Yusuf Radjamuda, My Big Sumba Family garapan Tonny Trimarsanto, serta The Cochlea Project garapan Chairun Nissa.

Proyek dokumenter dari negara lain yang ikut Docs By The Sea Incubator adalah Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam, dan Thailand. "Kami berharap program ini bisa menjadi platform utama bagi pelaku film dokumenter di Asia Tenggara ke depan," ujar Ricky.

(Baca: Ideosource: Pertimbangan Investasi Adalah Risiko, Bukan Keuntungan)

Setidaknya ada 10 mentor internasional yang ikut serta memberikan pelatihan dalam inkubasi 24 proyek dokumenter Docs By The Sea. Contohnya Direktur & Produser Big River Films Atsushi Funahashi, Director of Centre of Promoting Audiovisual Culture in Finland (AVEK) Ulla Simonen, serta Pendiri & Produser Boda Media Group Sinae Ha.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait