Bekraf Targetkan 60 Juta Penonton Bioskop Tahun Ini

Bekraf juga bekerja sama dengan layanan streaming video Viu agar lebih banyak masyarakat yang dapat mengakses film Indonesia.
Pingit Aria
25 Februari 2019, 19:14
BEKRAF
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif dalam acara Kolaborasi antara Viu dan BEKRAF di Gedung BUMN, Jalan Merdeka, Jakarta Pusat (25/2). Kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan komunitas film Indonesia lewat program mentoring Viu - BEKRAF.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan jumlah penonton film di bioskop menembus 60 juta penonton pada 2019. Angka ini naik sekitar 15% dari realisasi tahun sebelumnya.

"Kami menargetkan secara tidak resmi jumlah penonton atau jumlah tiket yang terjual bisa mencapai 60 juta. Tahun kemarin 52 juta," kata dia, dalam konferensi pers, di Kantor Bekraf, Jakarta, Senin (25/2).

Dia menuturkan, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan akses  terhadap film adalah dengan mendorong peningkatan jumlah layar bioskop. Sementara, saat ini bioskop Indonesia masih terpusat di kota-kota besar.

(Baca: Dua Animator Indonesia Terlibat dalam Film Nominator Oscar 2019)

Advertisement

Selain itu, Bekraf juga akan menjalin kerja sama dengan penyedia layanan streaming video, salah satunya Viu untuk membuat masyarakat lebih mudah menonton film. “Dengan kerja sama OTT Viu ini, harapannya bisa membuat film film Indonesia dinikmati tidak hanya di layar bioskop yg didominasi di kota-kota besar,” ujarnya.

Selain menampilkan film Indonesia di platformnya, Viu juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pembuat film lokal. “Dengan keberadaan Viu yang ikut mengembangkan kemampuan sineas kita, perkembangan film kita bisa diikuti dengan perkembangan kualitas," kata dia.

Pada kesempatan yang sama Country Manager Viu Indonesia Varun Mehta menargetkan 165 juta pengguna di Nusantara. Menurutnya, industri perfilman Indonesia memiliki modal besar, yakni kreativitas para pelaku dan antusiasme penontonnya.

(Baca: Green Book, Bohemian Rhapsody, Black Panther Berjaya di Oscar 2019)

Sementara, masalahnya terdapat pada akses pendanaan dan sarana untuk menampilkan karya. “Oleh karenanya kita mau buat lebih banyak cerita yang bisa dihubungkan ke para investor. Kita bantu agar bisa pitch karya mereka ke pasar global," kata Varun.

Reporter: Rizka Gusti Anggraini
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait