Pedagang Pasar Minta Bulog Urus Stok Ikan

Bulog tengah menjajaki kerja sama dengan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) untuk menjual ikan.
Michael Reily
27 November 2017, 18:36
Pusat Perikanan Nasional
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Pekerja menyusun ikan tangkapan di Cold Storage Perum Perindo Unit Natuna, Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (3/8).

Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) meminta Bulog agar turut mengurus pasokan untuk komoditas perikanan. Ketua Asprindo Joko Setiyanto menyatakan, masyarakat lebih cenderung memilih daging sapi dan ayam, karena pemenuhan kebutuhan ikan kurang diperhatikan.

“Kebutuhan nasional tinggi tapi tidak tersosialisasi dengan baik,” kata Joko di Kantor Bulog, Jakarta, Senin (27/11).

Menurutnya, komoditas perikanan mempunyai kualitas yang bagus dan harganya relatif murah. Ia mencontohkan, harga jual ikan tuna hanya sebesar Rp 20 ribu per kilogram.

(Baca juga: Distribusi Alat Tangkap KKP Sebesar Rp 160 Miliar Selesai Akhir Tahun)

Selain itu, Joko menekankan bahwa kandungan nutrisi ikan tak kalah dari daging ayam dan sapi. “Kita tidak biasa makan ikan dari kecil, padahal gizinya luar biasa,” ujarnya.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), stok ikan lestari pada 2013 tercatat sebanyak 7,31 juta ton dan meningkat di 2015 sebesar 9,93 juta ton. Kemudian pada akhir 2016, stok ikan lestari sebanyak 12,54 juta ton atau naik sekitar 71% dibandingkan 2013. 

Tercatat, konsumsi nasional pada 2016 mencapai 43 kilogram per kapita. Kenaikan konsumsi ikan sebesar tujuh kilogram per kapita dari 36 kilogram tahun 2015. Meski, angka tersebut masih di bawah negara-negara Asia lain.

(Baca juga: Transshipment Dilarang, Tangkapan Tuna Berkurang 50%)

Joko mengungkapkan, masyarakat seharusnya didorong untuk mengkonsumsi ikan lebih banyak. Sebab, negara lain yang mengimpor dari Indonesia justru membayar harga mahal. “Daripada beli ayam dan daging yang harganya lebih mahal,” tuturnya lagi.

Sementara, Direktur Utama Bulog Djarot Kusumyakti mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) untuk menjual ikan. “Beberapa pihak sudah membangun sistemnya,” ujar Djarot.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait