Tak Lagi Jadi Menteri, Rudiantara Sibuk Kembangkan Obat Covid-19

Rudiantara berharap obat yang dikembangkan bersama beberapa rekannya itu dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah.
Image title
16 Mei 2020, 10:45
Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di acara Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia bersama Katadata mengadakan diskusi dan peluncuran buku Indonesia Menuju 5 Besar Dunia di The Ballroom Theater XX
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di acara Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia bersama Katadata mengadakan diskusi dan peluncuran buku Indonesia Menuju 5 Besar Dunia di The Ballroom Theater XXI, Jakarta Pusat (12/9).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Tidak lagi sibuk mengurusi negara, Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014–2019 Rudiantara telah memiliki aktivitas baru. Menurutnya, ia bersama beberapa rekan di Kabinet Kerja tengah mengembangkan obat untuk penyakit akibat virus corona atau Covid-19.

"Selama rentang waktu kosong, kami mencoba cari cara lain. Kami sedang proses di rumah sakit di Indonesia, kandidat obat Covid-19," kata dia dalam webinar yang diselenggarakan Katadata, Bicara Data Virtual Series: 'New Normal, New Way' with Rudiantara, Sabtu (16/5).

Menurutnya, obat yang tengah dikembangkan tersebut bukan obat sintetis. Ia pun berharap obat ini dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah di berbagai toko, tanpa perlu resep atau pengawasan dokter.

(Baca: Mencegah Sambil Bersiap Ada Bank Gagal Akibat Pandemi Corona)

Menurutnya, obat tersebut dapat mempercepat proses peningkatan imunitas manusia sehingga dapat menangkal Covid-19. Ia pun mengatakan, virus corona tidak akan hilang selama belum ditemukan vaksinnya. Bahkan, sejumlah pihak memperkirakan penyebaran virus corona akan berakhir pada akhir 2021.

Selama rentang waktu tersebut, lanjut dia, masyarakat akan terus menerus bergelut dengan protokol jaga jarak sosial atau social distancing. "Selalu ada kemungkinan orang terserang virus corona. Jadi kami upayakan secepatnya obat Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Berikut data terakhirnya:

Rudiantara lahir di Bogor, 3 Mei 1959. Ia meraih gelar sarjana di Universitas Padjadjaran, Bandung pada 1984. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S2 di IPPM, Jakarta dan meraih gelar master pada 1988.

Perjalanan karier Rudiantara bermula pada umur 25 tahun saat bergabung ke Indosat. Hanya dalam beberapa tahun, dia menjadi General Manager Business Development Indosat.

Setelah 10 tahun di Indosat, ia pindah dan menjabat Direktur di Telkomsel. Selanjutnya, hampir semua operator telekomunikasi besar pernah dia sambangi.

(Baca: WHO Hapus Imbauan Batasi Konsumsi Minyak Sawit Selama Pandemi)

Rudiantara juga pernah menjadi Direktur di XL Axiata dan PT Telkom. Tidak hanya di dunia telekomuniasi, ia juga pernah diminta untuk memperbaiki perusahaan BUMN lainnya.

Rudiantara pernah menjabat CEO Bukitasam Transpacific Railways, CEO Transpacific Railways Infrastructure, dan Wakil Direktur Semen Gresik.

Rudiantara juga pernah menjabat Wakil Direktur Utama PLN pada 2008. Di sana, ia turut andil dalam pengumpulan dana untuk pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait