Gandeng Kudo, OVO Sasar Pengguna Offline di 500 Kota

OVO juga akan menggunakan teknologi Quick Response (QR) code dalam beberapa bulan ke depan.
Desy Setyowati
16 Agustus 2018, 13:15
OVO
OVO
Presiden Direktur OVO Adrian Suherman menggunakan aplikasi OVO untuk membayar di kedai makanan yang berada di Gandaria City, Jakarta, Kamis (5/7).

Perusahaan penyedia layanan pembayaran PT Visionet Internasional (OVO) mengumumkan kemitraan stategis dengan PT Kudo Teknologi Indonesia (Kudo) yang menyediakan platform online to offline (O2O). Melalui kolaborasi ini, saldo pengguna OVO akan terhubung dengan platform Kudo.

Mengusung skema O2O, memungkinkan pelanggan Kudo berbelanja secara online meskipun tidak memiliki akses internet. Saat ini, Kudo punya 1,4 juta agen yang menawarkan produk dan layanan digital di lebih dari 500 kabupaten dan kota di Indonesia. Melalui kerja sama ini, pengguna Kudo bisa mengakses layanan pembayaran digital OVO.

"Setiap kemitraan membawa kami satu langkah lebih dekat dengan visi kami dalam menjadikan OVO tersedia di mana saja dan bagi siapa saja,” ujar  President Director OVO Adrian Suherman dalam siaran pers, Rabu (16/8). 

(Baca juga: Bank Mandiri Berbagi Jaringan Merchant dengan OVO)

Hingga saat ini, aplikasi OVO diunduh lebih dari 60 juta kali. Adrian mengatakan, dalam waktu dekat layanan OVO bakal tersedia di lebih dari 350 ribu gerai di 212 kota. Menurutnya, layanan OVO tersedia 90% pusat perbelanjaan di Indonesia, termasuk department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir, dan rumah sakit. Ia mengklaim, capaian ini mengungguli perusahaan dompet digital lain di Indonesia.

Melalui berbagai kemitraan, pengguna OVO bisa melakukan isi ulang (top up) lewat ATM Mandiri, gerai Alfamart, agen Kudo, dan pengemudi Grab. OVO juga akan menggunakan teknologi Quick Response (QR) code dalam beberapa bulan ke depan. Pengguna bisa mengakses QR code melalui aplikasi OVO dan Grab.

Hal ini merupakan salah satu langkah OVO yang menargetkan  60 juta pengguna pada penghujung 2018. Dengan jumlah pengguna saat ini yang masih di kisaran 5-6 juta.

(Baca juga: I.Saku, Uang Elektronik Milik Grup Salim Kantongi Izin BI)

CEO Kudo Albert Lucius menambahkan, kedua perusahaan bisa memanfaatkan keahlian dan jaringan mitra masing-masing untuk menghadirkan layanan pembayaran digital ke jutaan konsumen dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kolaborasi strategis ini menjadi milestone penting bagi kami untuk mengakselerasi pertumbuhan," ujarnya. Adapun Kudo secara resmi menjadi bagian dari Grab pada Mei 2017.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait