Ini Jumlah Uang Yang Siap Dikucurkan Saat Hari Belanja Online

Pada Harbolnas tahun ini, kelompok usia 19 sampai 35 tahun diprediksi bakal jadi konsumen yang paling aktif berbelanja online.
Image title
7 Desember 2016, 17:24
Konferensi Pers Harbolnas 2016
Muhammad Firman Eko Putra Katadata
 

Hari belanja online nasional (Harbolnas) merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh para penggila belanja. Namun, berapa sebenarnya uang yang mereka siapkan untuk memborong barang dari toko dunia maya pada 12-14 Desember mendatang?

Survei yang dilakukan oleh platform cashback belanja online di Asia Tenggara, Shopback, mengungkapkan 24 persen konsumen akan menghabiskan uang senilai Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu selama gelaran Harbolnas. Jumlahnya setara 4 kali lipat bujet yang dikeluarkan konsumen saat pertama kali berkenalan dengan belanja online.

Selain itu, sebanyak 23, 5 persen persen konsumen menganggarkan dana Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Adapun, sebanyak 14,6 persen sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Ada pula 14,9 persen konsumen yang cuma akan mengelurkan dana Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu saat Harbolnas.  

Tidak heran, panitia berani pasang target transaksi Harbolnas tahun ini akan melonjak dua kali hingga tiga kali lipat dari Rp 2,1 riiun tahun lalu. “98,8 persen konsumen melihat Harbolnas sebagai event belanja online yang dipersepsikan positif” ujar Indra Yonathan, Country General Manager Shopback Indonesia, melalui siaran persnya, Rabu 7 Desember 2016.

Advertisement

Berdasarkan survei perilaku konsumen Indonesia menjelang Harbolnas 2016 yang dilakukan Shopback, terungkap promo dan diskon menarik menjadi pertimbangan utama bagi 77,1 persen konsumen di Indonesia. Mataharimall.com misalnya yang berani memberi diskon hingga 99 persen selama gelaran Harbolnas 2016.

Selain itu, sebanyak 43,4 persen konsumemn terdorong untuk berbelanja pada momen Harbolnas karena voucher potongan harga, 37,5 persen tertarik karena harga spesial yang diberikan, sebanyak 18,1 persen tergiur oleh promo pemasaran yang ditawarkan, sedangkan 0,3 persen termotivasi karena keberadaan undian menarik.

Pada Harbolnas 2016 ini, kelompok usia 19 sampai 35 tahun akan jadi golongan konsumen terbesar yang paling aktif berbelanja online. Dari sisi usia, memang golongan yang disebut sebagai generasi Y dan Z ini adalah golongan yang sedang produktif. Dari segi pendapatan, 58 persen dari golongan ini adalah karyawan dengan penghasilan Rp 2,5 sampai Rp 7,5 juta.

Sementara, jika melihat sumber informasi, sebanyak 62,9 persen calon konsumen tahu soal Harbolnas dari media sosial. Menariknya, hari pertama Harbolnas 2016 ini jatuh pada hari libur, sehingga berdasarkan survei 36,1 persen konsumen akan berbelanja di tanggal 12 Desember.

(Baca: Harbolnas 2016, Dari Promo Hingga Nego dari 200 Toko Online

Dalam Harbolnas 2016 nanti gawai dan aksesoris pendukungnya menjadi kategori produk yang paling diincar konsumen generasi Y dan Z (63 persen). Sedangkan untuk produk fesyen dan keperluan rumah tangga ada di peringkat kedua dengan 50,7 persen). 

Berdasarkan temuan BMI Research dalam dalam Online Shopping Outlook 2015, terungkap nilai belanja online di Indonesia pada 2014 mencapai Rp 21 triliun. Riset gabungan yang dilakukan Google dan Temasek menunjukkan pada tahun 2015 Indonesia menempati urutan pertama negara dengan pertumbuhan pasar internet terbesar di dunia. Sedangkan pada 2020 angka pertumbuhannya diperkirakan mencapai 20 persen.

Dengan kecepatan pertumbuhan dan penetrasi pasar e-commerce, eMarketeer memprediksi transaksi belanja online Indonesia akhir tahun ini bisa mencapai Rp 69,8 triliun.

Grafik: Transaksi E-Commerce Indonesia (2014-2018)

Indra menyatakan, survei yang dilakukan Shopback ini sebagai komitmen Shopback selaku mitra resmi Harbolnas 2016. Shopback sendiri merupakan platform e-commerce yang telah beroperasi di Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan India.

“Dengan mengenal secara mendalam profil mayoritas calon konsumen yang merupakan Generasi Milenial dan Generasi Internet, pelaku e-commerce dapat membangun strategi yang tepat dalam melakukan pendekatan konsumen” ujar Indra.

(Baca: Rp 6 Triliun, Target Transaksi di Hari Belanja Online)

Mengusung tema Indonesia Online, Harbolnas tahun ini melibatkan  211 e-commerce, 33 media partner, dan 12 sponsor. Semangat Harbolnas tahun ini digalakan untuk meningkatkan kualitas ekosistem e-commerce yaitu pengalaman konsumen dalam berbelanja online, pertumbuhan pelaku UKM sebagai penjual dan pihak pendukung seperti mitra kerjasama logistik, metode pembayaran, industri telekomunikasi.

“Harapannya event Harbolnas ini berkontribusi untuk pemerataan nasional. Karena reach out-nya lebih luas lagi.” kata Miranda Suwanto, selaku Ketua Panitia Harbolnas 2016 dalam konferensi pers Harbolnas di Jakarta, Rabu (7/12).

Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait