Jokowi Soroti Lambatnya Penyaluran Beras Bantuan

Terlambatnya penyaluran Beras Sejahtera (Rastra) telah mengganjal penurunan angka kemiskinan.
Ameidyo Daud Nasution
24 Juli 2017, 17:26
Beras pangan
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo kecewa dengan keterlambatan penyaluran beras untuk masyarakat miskin. Apalagi, keterlambatan telah mengganjal penurunan angka kemiskinan.

"Karena kalau kemarin (pembagian) sinkron, saya jamin (angka) kemiskinan akan turun," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7).

Dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, Jokowi mengatakan, satu-satunya masalah pembagian Beras Sejahtera (Rastra) adalah koordinasi antar Kementerian dan Lembaga (K/L). Oleh sebab itu dirinya meminta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk membereskan masalah ini.

(Baca juga:  Distribusi Beras Lambat, BPS Catat Jumlah Penduduk Miskin Bertambah)

Usai Sidang Kabinet, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meyakini angka kemiskinan akan segera berangsur menurun. Sebab, meski sempat terlambat, namun penyaluran Rastra maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kini telah berjalan.

Ia pun menjelaskan alasan terlambatnya bantuan pada awal tahun ini. "Pada Januari hingga Februari masih ada konversi Rastra ke bantuan pangan (BPNT)," katanya .

Khofifah juga mengatakan pada tahun depan total akan ada 10 juta keluarga penerima Rastra yang dikonversi untuk menjadi penerima BPNT. Oleh sebab itu dirinya berharap infrastruktur pendukung bantuan tersebut segera siap.

"Harus mulai disiapkan agar Januari 2018 siap," kata Khofifah. (Baca juga:  Bappenas: Angka Kelahiran Perlu Dijaga Agar Indonesia Kaya Lebih Lama)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang atau 10,64% dari total populasi pada Maret 2017. Meskipun secara persentase menurun 0,06 % dibanding September 2016, jumlah penduduk miskin bertambah sekitar 6.900 orang.

"Terlambatnya distribusi Beras Sejahtera (Rastra) menjadi salah satu alasan penurunan persentase penduduk miskin relatif lebih lambat dibandingkan periode-periode sebelumnya," kata Kepala BPS Suhariyanto kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (17/7).

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait