Ciri-Ciri Kulit Sensitif dan Cara Merawatnya

Ciri-ciri kulit sensitif dapat dilihat dari reaksi terhadap faktor pemicunya, seperti penggunaan produk kecantikan. Namun demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawat kulit sensitif.
Image title
31 Desember 2021, 16:39
Ilustrasi ciri-ciri kulit sensitif.
Pexels/Jenna Hamra
Ilustrasi ciri-ciri kulit sensitif.

Memiliki kulit sensitif memang memerlukan usaha ekstra dalam merawatnya. Kulit sensitif cenderung mudah mengalami iritasi yang disebabkan karena berbagai faktor, yang paling umum ialah karena kandungan bahan kimia berlebih pada produk perawatan kecantikan.

Kulit sensitif adalah itilah awam dalam diagnosis medis untuk menggambarkan kulit dengan toleransi yang lebih rendah terhadap aplikasi kosmetik dan produk perawatan kecantikan. Dalam suatu survei, kaum hawa cenderung lebih banyak memiliki jenis kulit ini dibanding pria.

Penggunaan produk-produk kecantikan secara sembarang berpotensi mengakibatkan berbagai reaksi mengganggu yang timbul pada kulit sensitif, seperti gatal, ruam, kering, hingga rasa perih dan terbakar pada kulit.

Pemicu Kulit Sensitif

Pemicu reaksi kulit sensitif pada tiap orang berbeda-beda. Mengutip Alodokter, beberapa faktor pemicu kulit sensitif, antara lain:

  • Polusi, seperti debu dan asap kendaraan.
  • Gangguan kulit, seperti eksim dan rosacea.
  • Faktor lingkungan, seperti suhu dingin atau panas.
  • Gonta-ganti perawatan kecantikan.
  • Efek samping obat-obatan.
  • Perubahan hormon.
  • Stres.
  • Dehidrasi.
  • Kurang tidur, dan sebagainya.

Ciri-ciri Kulit Sensitif

Untuk mencegah reaksi berlebih pada jenis kulit yang satu ini, penting untuk mengetahui apa saja ciri-ciri kulit sensitif.

Mengutip Forefront Dermatology, dokter kulit bersertifikat, Peter Katz, mengatakan cara terbaik untuk menentukan jenis kulit sensitif adalah dengan memerhatikan reaksi kulit. Ia menyimpulkan setidaknya ada enam gejala umum yang bisa menjadi ciri-ciri kulit sensitif, yaitu:

1. Reaksi terhadap Produk Kecantikan

Jika Anda memiliki kulit sensitif, beberapa produk perawatan kulit seperti sabun, parfum, skin care, dan sebaginya mungkin dapat menyebabkan kulit bereaksi gatal, kering, atau memerah. Selain itu, suhu dingin dan paparan sinar matahari dapat memicu flare pada kulit.

2. Kulit Kering

Kulit kering dan kulit sensitif dapat berjalan beriringan. Hal ini dapat memicu kulit berjerawat dan pecah-pecah. Sebagian orang lebih banyak memiliki masalah dengan kulit kering jika berada di cuaca dingin atau saat terkena angin.

3. Kemerahan pada Kulit

Kemerahan merupakan tanda umum seseorang memiliki kulit yang sensitif, entah disebabkan oleh kecenderungan genetik atau pun sebagai reaksi terhadap bahan-bahan tertentu.

Sebagian besar orang dengan jenis kulit sensitif menghadapi gejala kemerahan pada kulit, baik berupa ruam atau benjolan. Biasanya, gejala ini akan lenyap setelah menghilangkan iritasi atau dengan perawatan ringan.

4. Sering Mengalami Ruam dan Benjolan

Ruam dan benjolan merah kecil merupakan tanda kulit sensitif. Kulit jenis ini dapat bereaksi ruam ketika terkena faktor pemicu, khususnya ketika Anda salah menggunakan produk kecantikan.

Untuk menghindari hal tersebut, cobalah untuk mengoleskan produk perawatan kecantikan yang Anda gunakan pada area-area kecil yang tidak mencolok sebelum mengaplikasikanya pada wajah atau area tubuh tertentu. Tunggu hingga 24 jam dan perhatikan apakah muncul ruam atau tidak.

5. Kulit Mudah Terbakar

Kulit sensitif lebih rentan terhadap bahaya sinar matahari. Apalagi, jika kulit sudah teriritasi atau terkelupas.

Sebaiknya gunakan sunscreen ketika hendak beraktivitas di luar ruangan, terutama pada area wajah. Namun, Karena beberapa kandungan bahan sunscreen dapat menyebabkan reaksi alergi, carilah bahan yang mengandung seng oksida atau titanium dioksida. Sebisa mungkin pilihlah produk dengan SPF 30 atau lebih tinggi.

Di samping itu, penggunaan pembersih wajah atau pelembab juga berpotensi menyengat kulit. Hal tersebut terjadi lantaran kulit sensitif cenderung memiliki penghalang kulit yang tipis.

6. Rentan Berjerawat

Jika Anda memiliki kulit sensitif, Anda mungkin mengalami jerawat yang terlihat seperti benjolan merah dan pustula (jerawat nanah). Anda mungkin menemukan bahwa sabun atau krim jerawat untuk mengobati jerawat justru memperburuk gejala tersebut.

Perawatan Kulit Sensitif

Kendati memiliki risiko reaksi yang lebih besar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk merawat kulit sensitif, seperti:

1. Tidak Gonta-Ganti Produk Kecantikan

Jika Anda memiliki jenis kulit sensitif, cobalah untuk tidak terlalu sering mengganti produk kecantikan. Jika merasa cocok dengan satu produk, sebaiknya tetap gunakan produk tersebut.

2. Gunakan Perawatan Alami

Kulit sensitif cenderung akan bereaksi terhadap produk dengan bahan kimia berlebih. Sebaiknya gunakan produk-produk perawatan kecantikan yang dominan mengandung bahan alami.

3. Tes Produk

Tes produk dimaksudkan untuk memastikan apakah produk tertentu aman untuk kulit Anda sebelum mulai mengaplikasikannya pada wajah atau area tubuh lainnya secara lebih luas. Cara ini bisa dilakukan dengan mengoleskan produk kencatikan ke bagian tubuh tertentu, seperti punggung tangan. Tunggu beberapa saat untuk melihat reaksinya pada kulit Anda.

4. Tidak Membersihkan Kulit secara Berlebihan

Membersihkan kulit memang baik untuk menjaga kesehatan kulit, namun jangan sampai melakukannya secara berlebih, apalagi kalau Anda memiliki kulit yang sensitif. Sebab, membersihkan kulit secara berlebih dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan rentan teriritasi.

5. Tidak Menyentuh Wajah

Kebiasaan menyentuh wajah secara sembarang dapat memindahkan kotoran dan bakteri yang ada di tangan dan dapat menyebabkan wajah berjerawat. Jika hendak menyentuh wajah, pastikan tangan Anda sudah bersih.

6. Batasi Waktu Mandi

Mandi merupakan aktivitas yang menyehatkan, namun sekali lagi, jika dilakukan berlebihan dan terlalu lama justru dapat menyebabkan kulit rusak. Batasi waktu mandi Anda setidaknya 10-15 menit.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait