Lapindo Targetkan Pengeboran 7 Sumur di Lapangan Tanggulangin

Image title
21 Maret 2019, 12:37
Migas
ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo
ilustrasi produksi migas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menyampaikan saat ini KKKS PT Lapindo Brantas Inc telah melakukan uji coba pengeboran sumur pengembangan. Uji coba ini dilakukan di Lapangan Tanggulangin (TGA) 6 dan TGA10.

"Lapindo kemarin mengadakan pengeboran TGA6 dan TGA10. Alhamdulillah dua-duanya berhasil," ujar Kepala SKK Migas Jabanusa Ali Masyhar saat ditemui di Surabaya, Rabu (20/3).

Menurutnya, saat ini Lapindo sedang mengebut pengeboran sumur migas di wilayah kerjanya. lapindo menargetkan pengeboran enam sampai tujuh sumur di Lapangan Tanggulangin. Selain itu, perusahaan migas Grup Bakrie ini telah melakukan eksplorasi di Lapangan Metro dan Pendopo di wilayah Jombang. Lapangan ini sudah mulai ditajak, tapi prosesnya belum rampung.

(Baca: Sinyal Kebangkitan Bisnis Migas Grup Bakrie)

Terkait pengajuan PoD proposal pengembangan (Plan of Development/POD) di wilayah Jombang, SKK Migas masih menunggu kepastian sumber migas (discovery) di lapangan tersebut. "Kalau ini discovery lalu baru diajukan PoD-nya. Ekplorasi belum bisa kita bicarakan sama sekali," ujarnya.

Seperti diketahui, 12 tahun lalu Lapindo harus menghadapi masalah semburan lumpur panas yang merendam tiga kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur, akibat kegiatan operasionanya. Perusahaan ini harus menghentikan kegiatannya di Blok Brantas dan menanggung ganti rugi sebesar Rp 3,8 triliun. Pada 2016, pemerintah mengizinkan Lapindo kembali beroperasi di Blok Brantas dengan alasan agar biaya ganti rugi yang sempat ditalangi negara Rp 827 miliar bisa dilunasi.

(Baca: Kontrak Diperpanjang 20 Tahun, Lapindo Janji Tak Ada Lagi Semburan Lumpur)

 

Lapindo Brantas Inc merupakan anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk.. Pada Maret 2004, EMP mengakuisisi Kalila Energy Ltd dan Pan Asia Enterprise yang memiliki 100 persen saham Lapindo Brantas. Sementara Lapindo memegang 50 persen pengelolaan Blok Brantas. Pada Juli 2007, EMP memisahkan Lapindo Brantas, Kalila Energy dan Pan Asia Enterprise dari laporan keuangan perusahaan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait