PUPR Sebut Tarif Tol ke Salatiga Mahal Karena Investasi Besar

Tarif Tol Bawen-Salatiga sepanjang 17 kilometer mencapai Rp 17.500, sedangkan Tol Jagorawi yang panjangnya mencapai 46 kilometer hanya Rp 6.500
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
28 September 2017, 21:16
Basuki
ANTARA FOTO/Aji Styawan
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membuat video blogging perkembangan proyek jalan tol Bawen-Salatiga di Kabupaten Semarang

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan mahalnya tarif tol baru seperti Bawen-Salatiga lantaran investasinya juga terhitung besar. Namun, hingga saat ini dirinya belum  berencana menurunkan tarif tersebut.

Sebagai perbandingan, tarif tol Bawen-Salatiga sepanjang 17 kilometer untuk golongan I bisa mencapai Rp 17.500. Sedangkan, tarif tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) yang memiliki panjang 46 kilometer sendiri hanya memiliki tarif Rp 6.500 setelah kebijakan pembayaran diubah.

Basuki mengatakan tarif tol Jagorawi murah lantaran proyek ini merupakan investasi tol lama. "Jagorawi ini merupakan investasi lama (yang sudah kembali modalnya)," kata Basuki di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/9).

Dia juga tidak khawatir apabila tarif tol Trans Jawa nantinya akan terlampau mahal dan berpengaruh terhadap arus logistik. Menurut Basuki, akan ada sistem pembayaran berbeda apabila seluruh tol sudah tersambung. Ada kemungkinan nantinya tarif tol tran Jawa bisa dibuat sistem bundling  (pengelompokan tarif) seperti yang dilakukan di Tol Jagorawi.

Ruas tol Bawen-Salatiga ini telah diresmikan pengoperasiannya beberapa waktu lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi bahkan sempat menggunakan pembayaran nontunai untuk memasuki jalan tol Jawa Tengah ini. (Baca: Jokowi Desak 2 Menteri Agar Banten-Banyuwangi Tersambung Tol 2019)

Jadwal peresmian tol ini sempat tertunda Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna menargetkan ruas Semarang-Solo Seksi III (Bawen-Salatiga) sepanjang 17,6 kilometer diresmikan pekan pertama September 2017. Namun, Presiden Jokowi baru meresmikantol tersebut pada pekan keempat September ini.

Adapun Badan Usaha Jalan tol ini adalah PT Trans Marga Jateng yang merupakan konsorsium dari Badan Usaha Milik Negara PT Jasa Marga (Persero) Tbk, swasta yakni PT Astra Infra, serta pemda yaitu PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah. Sedangkan nilai investasi ruas tol Bawen-Salatiga mencapai Rp 7,3 triliun.

Video Pilihan

Artikel Terkait