Kalimantan Tengah dan Selatan Dapat Tambahan Listrik Baru

Miftah Ardhian
6 Juni 2016, 11:55
Pembangkit Listrik Muara Tawar, Bekasi
Arief Kamaludin|KATADATA

Pasokan listrik untuk wilayah Kalimantan Tengah dan Selatan akan bertambah tahun ini. Bulan depan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau berkapasitas 60 megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai sebesar 155 MW dua bulan kemudian.

Dalam keterangan resminya, hari ini, PLN mengungkapkan, PLTU Pulang Pisau mempunyai daya terpasang 2x60 MW dengan total investasi sebesar Rp 1,9 triliun. Pembangkit ini dibangun di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.

Saat ini salah satu unit pembangkit masih berada dalam tahap pengujian operasi mesin, sebelum resmi dioperasikan pada awal Juli mendatang. Selanjutnya akan dilakukan proses pengujian yang sama untuk unit kedua. Namun, PLN belum bisa memastikan kapan pengoperasian unit II tersebut.

Listrik yang dihasilkan PLTU Pulang Pisau akan disalurkan ke Sistem Kelistrikan Barito melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Double Phi Connection. Saluran ini memotong jalur Kuala Kapuas-Palangka Raya. (Baca: Atasi Krisis Listrik, Jokowi Resmikan Pembangkit Bergerak di Sumatera)

Tambahan listrik dari PLTU Pulang Pisau unit I akan meningkatkan pasokan listrik Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi 546 MW. Kapasitasnya akan kembali meningkat menjadi 606 MW dengan dioperasikannya pembangkit unit II. Sebenarnya sejumlah pembangkit yang memasok listrik untuk kedua provinsi ini sudah mencapai 486 MW, melebihi beban puncak yang hanya 485 MW.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Djoko R. Abumanan berharap nantinya kedua pembangkit ini dapat beroperasi dengan baik. Saat ini satu unit mesin sedang dalam masa uji coba ketahanan. Daya listrik yang dihasilkan juga sudah masuk dalam sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Tengah.

“Namun karena mesin baru, jadi masih mengalami baby syndrome. Di mana mesinnya kerap keluar masuk sistem,” ujarnya dalam keterangan resmi PLN, Senin (6/6). (Baca: Jokowi: Pembangunan PLTG Gorontalo Tercepat, Hanya 7 Bulan Selesai)

Selain dua unit PLTU Pulang Pisau, PLN juga telah menyiapkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai 155 MW. Pembangkit ini terletak di Desa Karendan, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Pembangkit ini telah selesai pembangunan dan uji cobanya pada Februari lalu, tapi belum bisa masuk dalam sistem kelistrikan karena transmisinya belum rampung.

Saat ini PLN juga sedang terus berupaya menyelesaikan pembangunan transmisi 150 kV yang digunakan untuk menyalurkan listrik dari PLTMG Bangkanai ke Sistem Barito. Rencananya listrik dari pembangkit ini akan masuk ke sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada akhir September. (Baca: Jokowi Minta PLN Bereskan Proyek Pembangkit Mangkrak)

Seperti diketahui, untuk meningkatkan rasio keterjangkauan listrik atau rasio elektrifikasi daerah-daerah di Indonesia, pemerintah dan PLN memiliki program pembangunan pembangkit 35 gigawatt (GW).  Sebanyak 19 pembangkit atau sekitar 2.058 MW akan dibangun di Pulau Kalimantan. 

Menurut PLN, pembangunan infrastruktur ini memerlukan waktu yang cukup panjang dan harus dilakukan secara bertahap. Targetnya dalam 3-4 tahun mendatang proses konstruksi pembangkit dan transmisinya dapat rampung secara bersamaan. (Baca: Empat Faktor Penghambat Realisasi Megaproyek Listrik 35 GW)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait