Kadin Usul Pengembangan Biogas untuk Pembangkit 35 GW

?Sebagai negara agrikultur tentu Indonesia sangat potensial untuk biogas?
Safrezi Fitra
23 Maret 2016, 17:01
Pembangkit Listrik Tenaga Air, Kracak, Bogor
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA – Pengunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) masih sangat minim dilakukan di Indonesia. Indonesia masih harus melakukan banyak pengembangan terhadap EBT ini. Pasalnya, penggunaan EBT akan menjadi sumber energi utama ketika energi fosil sudah mengalami kelangkaan.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Energi Terbarukan Halim Kalla mengatakan salah satu sumber EBT yang bisa dikembangkan adalah biogas. Biogas ini bisa menjadi jawaban akan kebutuhan pemerintah dalam mengembangkan EBT. (Baca: Tiga Negara Eropa Incar Proyek Energi Baru Terbarukan)

Pemanfaatan biogas bisa digunakan pemerintah untuk memenuhi target 30 persen EBT dalam proyek pembangkit listrik 35 gigawat (GW). Potensi pembangkit listrik dari biogas bisa menyumbang 1,3 GW. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari hasil fermentasi kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah domestik. 

“Sebagai negara agrikultur tentu Indonesia sangat potensial untuk biogas,” ujar Halim dalam sambutannya di acara Biogas Forum 2015, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (23/3).

Advertisement

Biogas merupakan energi yang ramah lingkungan. Dalam gelaran Paris Meeting beberapa waktu lalu, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi pemanasan global dengan meningkatkan penggunaan EBT. Pengembangan biogas ini dianggap sebagai tantangan yang harus dipenuhi oleh pemerintah. (Baca: Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Kelola Energi Terbarukan)

Menurut dia hingga saat ini pengembangan biogas masih rendah dan perusahaan yang bermain pun masih sedikit. Hal ini disebabkan bisnis biogas ini masih tersegmentasi. “Tapi karena energi akan terus bergulir, maka biogas pasti akan berkembang. Apalagi di Bantar Gebang (tempat pembuangan akhir sampah) itu pasti bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Direktur Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudjoko sependapat dengan Halim. Menurutnya, biogas merupakan salah satu unggulan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang diperlukan masyarakat. “Pemerintah Indonesia berupaya meningkatan pengembangan biogas. Program biru, untuk meningkatan penggunaan biogas di rumah tangga. Dengan menyediakan akses ke rumah tangga dan petani,” ujar Sudjoko. (Baca: Pertamina Siapkan Rp 26 Triliun Bangun Pembangkit Listrik EBT)     

Menurut catatan Kementerian ESDM, saat ini baru ada 3,6 megawatt pembangkit listrik yang menggunakan Biogas ini. Namun, Sudjoko optimis angka tersebut akan terus meningkat. Pasalnya, saat ini sudah ada 25 perusahaan yang telah mengantongi izin pembangunan pembangkit listrik biogas. Untuk itu, pemerintah saat ini akan memberikan kemudahan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan Biogass ini.

Untuk merangsang investasi, pemerintah juga telah memangkas proses perizinan pembangkit. Kemudian penerapan harga patokan atau feed in tariff untuk listrik dari pembangkit biogas dan biomassa yang diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 27 tahun 2014 dan Permen Nomor 44 tahun 2015. “Prosedur soal perizinan, lebih menarik kemudahan yang kami berikan maka semakin mudah investasi masuk,” ujar Sudjoko. (Baca: Jadi Opsi Terakhir, Pengembangan Energi Nuklir Tunggu 2025)

Reporter: Miftah Ardhian
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait