Kalau Dolar Tembus Rp 15 Ribu, Harga Makanan Minuman akan Naik

Kalau memang sampai Desember mencapai Rp 15 ribu kami tidak bisa menahan lagi untuk menaikkan harga
Safrezi Fitra
16 September 2015, 18:58
Inflasi
Donang Wahyu|KATADATA

KATADATA ? Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin menekan industri makanan dan minuman di dalam negeri. Jika pelemahan ini terus berlanjut, tidak ada pilihan lain pengusaha akan menaikkan harga produknya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan pengusaha tidak akan sanggup menahan kenaikan harga jika beban biayanya terus meningkat. Masalahnya, pengusaha khawatir kenaikan harga bisa berpengaruh pada penurunan penjualan. Apalagi di tengah perlambatan ekonomi saat ini.

Pengusaha tetap mengupayakan untuk tidak menaikkan harga hingga akhir tahun. Industri makanan dan minuman juga telah menetapkan kenaikan harga akan dilakukan jika pelemahan rupiah berlanjut hingga ke level Rp 15.000 per dolar.

"Kalau memang sampai Desember mencapai Rp 15 ribu, kami tidak bisa menahan lagi (untuk menaikkan harga)," kata Adhi saat Rakernas Kadin di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu (16/9).

Melemahnya nilai tukar rupiah membuat biaya produksi naik, lantaran sebagian besar bahan baku industri makanan dan minuman masih impor. Untuk industri makanan, bahan baku seperti tepung dan gula industri masih mengandalkan impor. Sementara minuman, yakni bahan baku jus buah, susu, dan kedelai, ketergantungan impornya mencapai 70 persen.

Bukan hanya industri makanan dan minuman yang terpukul dengan pelemahan harga ini. Industri otomotif seperti produsen sepeda motor pun terkena dampaknya. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan meski berpengaruh, dampak pelemahan rupiah tidak terlalu besar bagi industri ini.

"Industri kami bahan baku lokalnya bisa mencapai 85 persen, 15 persen impor. Jadi kecil sekali dampaknya," kata Gunadi.

Menurut dia, pengurangan margin keuntungan akibat dampak pelemahan rupiah, masih bisa diterima oleh pengusaha. Saat ini industri sepeda motor sedang berupaya meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam produksinya, dan mengurangi impor.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait