Kementerian ESDM Targetkan RUPTL 2021-2030 Rampung Bulan Depan

Adapun komposisi pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) yang akan dibangun dalam draf RUPTL 2021-2030, ditargetkan mencapai 46%.
Image title
26 Juli 2021, 17:58
ruptl, listrik, kementerian esdm, energi hijau, energi terbarukan, ebt
Donang Wahyu|KATADATA
Kementerian ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan draf Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2021-2030 dapat rampung bulan depan. Adapun komposisi pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) yang akan dibangun dalam RUPTL ini mencapai 46%.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyatakan masih menyusun draf RUPTL yang diyakini lebih hijau dibandingkan RUPTL sebelumnya. Dalam RUPTL ini kapasitas EBT ditargetkan sekitar 46% atau meningkat dibandingkan RUPTL 2019-2028 yang masih di kisaran 30%.

"RUPTL yang saat ini berlaku komposisi EBT-nya baru 30% sementara yang kami susun insya allah Agustus selesai, melompat ke 46%," kata Rida  dalam acara 'Indonesia Green Summit 2021' secara virtual, Senin (26/7).

Akan ada beberapa proyek pembangkit EBT baru dalam empat tahun ke depan yang berpengaruh besar terhadap capaian target bauran EBT sebesar 23% di 2025. Apalagi seluruh dunia saat ini juga mulai mengarah pada pengembangan EBT secara masif.

Advertisement

Dalam menggenjot bauran EBT di Indonesia, pemerintah juga tidak akan menambah proyek PLTU batu bara baru, kecuali yang sudah tahap financial closing atau konstruksi.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury menyatakan mendukung penuh proses penyusunan RUPTL dan Grand Strategi Energi Nasional yang saat ini tengah difinalisasi oleh pemerintah. Salah satunya dengan mendorong BUMN-BUMN yang memiliki kontribusi besar terhadap dekarbonisasi.

Apalagi sesuai perjanjian paris, Indonesia pada tahun 2030 mempunyai komitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan internasional.

"Tentu perlu didukung oleh semua pihak, tidak hanya sektor energi apakah itu Pertamina, MIND ID, PLN, bagaimana kami secara keseluruhan memiliki strategi untuk turunkan emisi," ujarnya.

Kementerian BUMN pun berkomitmen mendorong RUPTL yang lebih hijau secara nyata. Salah satu upayanya seperti membentuk holding perusahaan baterai yang ditujukan untuk mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara jangka panjang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait