Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 2017 Bisa Capai 5,3 Persen

Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan tersebut adalah perdagangan luar negeri yang lebih baik ketimbang tahun lalu.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
30 Mei 2017, 21:20
Sri Mulyani
ARIEF KAMALUDIN I KATADATA

Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa melebihi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang dipatok sebesar 5,1 persen. Prediksinya pertumbuhan ekonomi tahun ini akan bisa mencapai 5,3 persen.

"Pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,3 persen meski tetap di antara 5,1 hingga 5,3 persen," kata Sri saat konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/5).

Dia mengatakan ada beberapa faktor yang melandasi keyakinan bahwa perekonomian tahun ini akan lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Salah satunya perdagangan luar negeri, yakni kinerja ekspor dan impor diperkirakan akan lebih baik ketimbang tahun lalu. 

Faktor lainnya adalah pertumbuhan investasi yang diyakini lebih baik, seiring dengan optimisme perbankan dan korporasi. Tahun ini, target pertumbuhan kredit bank mencapai 10 hingga 12 persen. Di sisi lain, minat korporasi untuk melantai di bursa saham juga meningkat dan neraca keuangan korporasi membaik. (Baca: Pasca Peringkat S&P, Ekonom Ramal Efek Berantai Banjir Dana Asing)

Konsumsi rumah tangga terlihat akan tetap stabil, meski laju inflasi sedikit lebih tinggi ketimbang 2016. Kemudian belanja pemerintah yang lebih kuat tanpa adanya pemangkasan seperti yang terjadi tahun lalu, juga akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Dia menyadari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen tidaklah mudah, mengingat pertumbuhan yang terjadi pada kuartal I hanya 5,01 persen. Agar harapan ini bisa terealisasi, setidaknya perekonomian pada kuartal II, III, dan IV, harus bisa mencapai 5,4 persen.  

(Baca: DPR Kritisi Asumsi Makro 2018, Pertumbuhan Ekonomi Terlalu Tinggi)

 

Meski yakin kondisi perekonomian tahun ini bisa lebih baik, Sri belum berani menaikkan target pertumbuhan pada asumsi makro tahun ini. Dalam draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017, pemerintah tidak mengubah target pertumbuhan ekonomi di angka 5,1 persen.

Di luar target pertumbuhan ekonomi yang tetap, Sri mengungkapkan akan ada perubahan dari sisi lain dalam Rancangan APBNP 2017. Salah satunya penerimaan yang akan meningkat, akibat harga minyak yang naik. Penerimaan diperkirakan akan bertambah Rp 15 triliun dari kenaikan harga minyak.

"Kami masih akan menyusun (Rancangan APBNP 2017) sesuai arahan Bapak Presiden hari ini," katanya. (Baca: BI Nilai Ekonomi Perlu Tumbuh 7% Agar Masyarakat Sejahtera)

Video Pilihan

Artikel Terkait