Berkat Efisiensi, Barito Balikkan Kondisi Rugi jadi Laba Rp 633 Miliar

Pendapatan Barito Pacific pada triwulan I tahun ini naik hingga 18,96%, sementara beban pokok penjualannya justru turun 8%.
Image title
11 Mei 2021, 14:57
Barito pacific, prajogo pangestu, bisnis orang terkaya, kinerja barito pacific, bisnis prajogo pangestu, bursa, korporasi, laba barito pacific, chandra asri
www.barito-pacific.com
Barito Pacific.

Emiten sumber daya alam PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan laba bersih pada triwulan I-2021 senilai US$ 45,27 juta atau setara Rp 633,85 miliar dengan asumsi kurs Rp 14.000 per dolar. Raihan tersebut, berbanding terbalik dengan rugi bersih yang dialami perusahaan pada periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 2,08 juta.

Direktur Utama Barito Pacific Agus Pangestu mengatakan kinerja keuangan triwulan I-2021 tersebut mencerminkan tren pemulihan yang kuat dari paruh kedua tahun lalu. "Lini bisnis energi kami terus memberikan kontribusi yang stabil pada pendapatan konsolidasi," katanya melalui siaran pers, Selasa (11/5).

Berdasarkan laporan keuangan, perusahaan milik Prajogo Pangestu (orang terkaya ke-3 versi Forbes 2021) ini berhasil membukukan pendapatan US$ 726,36 juta pada tiga bulan pertama 2021. Angka ini tumbuh hingga 18,96% dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya Rp 610,6 juta.

Menurut Agus, bisnis petrokimia yang menjadi penopang kinerja perseroan pada triwulan I-2021. Bisnis ini mampu tumbuh karena didorong perluasan produk di tengah meningkatnya permintaan regional dan Indonesia untuk polimer dan produk hilir lainnya.

Penjualan petrokimia di dalam negeri menjadi penopang terbesar pendapatan Barito Pacific. Nilainya mencapai US$ 478,35 juta atau meningkat hingga US$ 368,77 juta. Sementara, penjualan ekspor petrokimia, perusahaan membukukan US$ 118,9 juta atau naik 11,35% dari US$ 106,77 juta pada triwulan I tahun lalu.

Pendapatan lainnya berasal dari bisnis energi dan sumber daya listrik yang senilai US$ 56,74 juta atau mengalami penurunan 0,61% dari US$ 57,09 juta. Pendapatan dari sewa energi senilai US$ 36,87 juta atau turun tipis 0,55% dari US$ 37,08 juta.

 

 

Efisiensi yang dilakukan perusahaan berhasil. Dengan pendapatan yang naik, Barito Pacific mampu memangkas beban pokok pendapatan dan beban langsung menjadi hanya US$ 477,16 juta pada triwulan I-2021, turun 8% dibandingkan dengan triwulan I-2020 yang senilai Rp 518,64 juta.

Kenaikan beban-beban lainnya pun masih jauh lebih rendah dari kenaikan pendapatan. Seperti beban keuangan yang hanya naik 6,35% menjadi US$ 47,43 juta. 

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan yang meningkat 752% dari US$ 6,37 juta menjadi US$ 54,35 juta, Barito Pacific masih mampu membukukan total laba periode berjalan senilai US$ 116,14 juta. Artinya mengalami kenaikan hingga 718% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai US$ 14,18 juta.

Pada triwulan I tahun lalu Barito Pacific membukukan kerugian bersih akibat rugi selisih kurs yang mencapai US$ 23,18 juta dan rugi cadangan lindung nilai arus kas US$ 18,04 juta.  Sementara pada triwulan I tahun ini rugi kurs berkurang menjadi US$ 14,5 juta dan rugi cadangan lindung nilai hanya US$ 646 ribu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait