IHSG Kembali Terkoreksi 0,47% di Sesi I, Mayoritas Bursa Asia Melemah

 Zahwa Madjid
12 Desember 2022, 12:58
IHSG Kembali Terkoreksi 0,47 di Sesi I, Mayoritas Bursa Asia Melemah
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Karyawan berjalan di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan penurunan 0,47% ke level 6.683,50 pada perdagangan sesi pertama Senin (12/12). 

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp 6,242 triliun dengan volume 12,10 miliar dan frekuensi sebanyak 568,7 juta kali.

Tercatat, sebanyak 267 saham dalam zona hijau, 255 saham terkoreksi, dan 178 saham tidak bergerak. Sedangkan untuk kapitalisasi pasar IHSG pada hari ini menjadi Rp 9.197,41 triliun.

Beberapa saham yang paling aktif ditransaksikan pelaku pasar di sesi pertama ialah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 381,8 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 344,1 miliar, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) Rp 257,8 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 256,2 miliar. 

Head Of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakaria Siregar mengatakan, IHSG masih berada dalam trend bearish selama di bawah 6.890. Potensi koreksi  bisa terjadi selama indeks berada di bawah 6.820, dari candle inside day & indikator oversold.

“Secara teknikal, indikator MACD death cross, stochastic oversold, di bawah support 6.891, candle inside day. Jika bisa ditutup harian di bawah 6.890, IHSG masih berpeluang koreksi dengan target 6.747 (tercapai), 6.683, 6.587. Jika rebound, peluang menuju 6.820, 6.980,” ujar Andri dalam risetnya, Senin (12/12). 

Serempak dengan IHSG, mayoritas bursa Asia juga terkoreksi. Nikkei 225 turun 0,18%, Hang Seng turun 2,18%, dan Shanghai Composite turun 0,63%. Sedangkan Strai Times naik 0,01%.

Dikutip dari KB Valbury Sekuritas, kemarin, bursa saham di kawasan Asia Pasifik ditutup menguat seiring dengan inflasi Cina yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Media pemerintah terbaru melaporkan pernyataan Perdana Menteri Cina Li Keqiang bahwa pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu akan meningkat setelah pembatasan Covid dicabut juga menjadi katalisator lainnya.

Adapun, pada separuh perdagangan hari ini, hampir seluruh sektor Tanah Air berada dalam zona merah. Dipimpin oleh sektor teknologi dengan penurunan 2,74%. Saham yang terkoreksi seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk turun 6,45% atau 6 poin menjadi Rp 87 per saham.

Selanjutnya, saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 3,76% atau 10 poin menjadi Rp 256 per saham. Terakhir, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun 5,36% atau 60 poin menjadi Rp 1,060 per saham.

Sektor saham lainnya yang terkoreksi adalah energi dasar turun 0,67%, sektor energi turun 0,35%, transportasi turun 0,36%, infrastruktur turun 0,75%. Selanjutnya, sektor primer turun 0,42% dan sektor keuangan turun 0,16%. Sedangkan, saham sektor non primer naik 0,15%, sektor industri naik 0,12%, sektor properti naik 0,65%, dan sektor kesehatan naik 0,38%.

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait