Hippindo menyatakan kesiapannya menarik **Beras Fortifikasi Palsu** dari pasar menyusul temuan pemerintah terkait ketidaksesuaian kandungan gizi dengan klaim kemasan.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai dugaan beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan kandungan pada label merupakan pelanggaran terhadap hak konsumen.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal mengatakan, perubahan itu merupakan bagian dari rencana penggantian kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal menjelaskan, penggunaan nama Beras Kita mengikuti penamaan sejumlah produk pangan pemerintah lainnya, seperti Minyak Kita dan Gula Manis Kita.
Bulog menyiapkan tambahan pasokan 110.000 ton beras untuk mengatasi kelangkaan di ritel modern, terdiri dari beras premium dan medium yang akan digelontorkan bertahap.