Produksi beras pada 2025 mencapai sekitar 34,7 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut jauh di atas konsumsi nasional yang sekitar 31 juta ton.
Swasembada pangan kini menjadi motor utama kemajuan sektor pertanian Indonesia setelah pemerintah merombak 547 aturan melalui deregulasi dan penyederhanaan Permentan.
Anggota Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Bayu Krisnamurthi mengatakan Indonesia belum berstatus swasembada atau tidak bergantung pada impor untuk menyediakan seluruh komoditas pangan.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santoso menilai, ekspor beras secara umum tak akan berhasil karena dua faktor, yakni kualitas dan penurunan produksi.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya swasembada pangan sebagai syarat utama kemandirian dan kemerdekaan bangsa di tengah meningkatnya konflik antarnegara dan ketidakpastian global.