Menurut IESR, pemanfaatan panas bumi dapat menjadi pilihan yang lebih ekonomis karena berpotensi memangkas sepertiga hingga setengah dari biaya pembangkitan listrik.
Rencana pemerintah mengajukan Boundary Modification atau perubahan batas kawasan Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) ke UNESCO untuk pemanfaatan potensi panas bumi (geotermal) dikritik.