Jika dijalankan secara konsisten, hilirisasi tidak lagi sekadar strategi menaikkan ekspor jangka pendek, melainkan menjadi fondasi reindustrialisasi nasional.
Industrialisasi hijau atau pengembangan industri secara berkelanjutan berpotensi menjadi kebijakan bagi negara berkembang untuk membangun ekonomi sekaligus mengejar target iklim.
Polemik antara Sumitro Djojohadikusumo dan Sjafruddin Prawiranegara terjadi dua tahun setelah Indonesia berdaulat. Mereka berbeda pandangan tentang membangun industrialisasi di Tanah Air.
Menurut BPS, industrialisasi dan penguatan hilirisasi industri menjadi modal utama bagi pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 agar Indonesia dapat menjadi negara berpendapatan tinggi.