Bank Dunia menegaskan tak akan mengucurkan pinjaman baru bagi Sri Lanka sampai negara tersebut berhasil menyusun kerangka kebijakan ekonomi makro yang stabil.
Profesor dari Johns Hopkins University Deborah Brautigam menilai Sri Lanka perlu memiliki pemerintahan yang stabil agar IMF dapat masuk dan memberikan dana talangan.
Para petugas imigrasi di bandara Kolombo Sri Lanka mencegah adik presiden Gotabaya Rajapaksa meninggalkan negara di tengah krisis yang terjadi di sana.
Saat ini Sri Lanka hanya memiliki stok BBM berupa solar sebanyak 9.000 metrik ton dan bensin 6.000 metrik ton yang akan habis dalam beberapa hari tanpa adanya pasokan baru.