7 Proses Panjang Pemindahan Harta Karun yang Ditemukan pada Proyek MRT

Penemuan harta karun berupa cagar budaya tersebut akan dipindahkan dan dipajang di museum yang ada di Stasiun MRT Kota.
Nadya Zahira
1 Oktober 2022, 18:44
Sejumlah pekerja berusaha membersihkan terakota yang berada di proyek pembangunan jalur MRT Jakarta fase 2 CP-203 di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (20/9/2022).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Sejumlah pekerja berusaha membersihkan terakota yang berada di proyek pembangunan jalur MRT Jakarta fase 2 CP-203 di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Selasa (20/9/2022).

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menemukan sejumlah cagar budaya saat pembangunan MRT fase 2 yang menghubungkan antara Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Kota. Cagar budaya yang merupakan harta karun berusia lebih dari 100 tahun tersebut rencananya akan dipindahkan dan dipajang di museum yang akan dibangun di Stasiun Kota.

Arkeolog Junus Satrio Atmodjo mengatakan terdapat sejumlah cagar budaya yang ditemukan saat pembangunan MRT. Cagar budaya tersebut diantaranya saluran air kuno Batavia, trem, struktur jembatan glodok, dan sejumlah artefak.

 Junus mengatakan, bahwa pihaknya selalu memastikan agar pengerjaan proyek MRT tidak merusak cagar budaya. Sejumlah penemuan tersebut nantinya akan dilestarikan dalam museum yang rencananya akan didirikan di dalam Stasiun MRT Kota.

Namun demikian, pemindahan harta karun ditemukan tersebut tidaklah mudah. dan membutuhkan waktu hingga bebrulan-bulan. Adapaun tahap pemindahan harta karun tersebut adalah:

Advertisement

1.  Pengecekan struktur. Proses ini dilakukan agar mengetahui komponen-komponen dari cagar budaya.

2. Pembersihan, lalu

3. Dokumentasi

4. Pencatatan dari setiap cagar budaya,

5. Pemberian label untuk setiap objek

6. Pelepasan dari tempat ditemukan

7. Pemindahan ke museum

Pemindahan harta karun butuh waktu lama

Junus mengatakan hingga saat ini dirinya belum bisa memastikan dan mengetahui kapan akan selesainya proses pemindahan cagar budaya tersebut ke dalam museum MRT Kota.  Hal itu sangat bergantung pada ukuran cagar budaya tersebut.

 “Kalo proses pemindahannya itu tentu lama ya, saya juga tidak bisa memastikan kapan selesai pemindahannya

Dia mengatakan, saat ini semua cagar budaya masih berada di posisi saat ditemukan atau belum dilepas. "Ketika stasiun itu dibangun, kita harus kerja lagi mengumpulkan data lagi, jadi ya prosesnya bisa berbulan-bulan tergantung dari proses objeknya, maka dari itu belum pasti,” ujar Junus kepada Katadata.co.id, pada Jumat (30/09).

Dia mengatakan, cagar budaya yang ditemukan akan disimpan di museum. Fungsi museum di dalam stasiun MRT Kota ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kehidupan warga Batavia saat pemerintahan Belanda.

“Jadi nanti di dalam Museum kita buatkan narasinya, kita kasih fotonya kita lengkapi video ceritanya, supaya ketika masuk ke stasiun itu bukan hanya untuk naik kereta tetapi juga belajar tentang sejarah kota Jakarta.,” ujar Junus.

 PT MRT Jakarta mulai melakukan pengerjaan fase 2 koridor Bundaran Hotel Indonesia-Stasiun Kota pada 14 Februari 2022. Progress pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 15 persen.

Saat ini, PT MRT Jakarta baru melayani satu koridor yakni dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI dengan jalur melayang dan melewati terowongan. Sedangkan koridor 2 dari Bundaran HI hingga Jakarta Kota menggunakan jalur terowongan.

 DKI Jakarta memiliki 168 unit cagar budaya. Persebarannya paling banyak di Jakarta Pusat, yakni sebanyak 95 unit. Sementara itu, cagar budaya di Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu berjumlah paling sedikit, masing-masing sebanyak enam unit dan lima unit.

Cagar budaya bisa dibedakan berdasarkan bentuknya, di antaranya bangunan, benda, situs, kawasan, dan struktur. Adapun, salah satu cagar budaya dan ikon DKI Jakarta, Monumen Nasional atau Monas, sedang direvitalisasi oleh pemerintah provinsi. Ratusan pohon di bagian selatan kawasan itu ditebang, yang rencananya akan diubah menjadi plaza dan kolam.

Grafik:

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait