Krakatau-Nippon Steel Pasok Baja Galvanis ke Industri Otomotif

Pabrik dengan nilai investasi US$ 30 juta ini rencana diresmikan Agustus mendatang, mundur dari rencana awal April 2018.
Dimas Jarot Bayu
29 Mei 2018, 05:00
Krakatau Steel
Agung Samosir|KATADATA
Ilustrasi baja hasil produksi Krakatau Steel.

PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS), perusahaan patungan Nippon Steel and Sumitomo Metal Corporation dan PT Krakatau Steel Tbk (KS), akan meresmikan pabrik baja di Cilegon, Banten pada Agustus 2018. Perusahaan dengan komposisi saham 80:20 antara Nippon Steel dan KS, akan memasok produksi baja mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif di Indonesia.

"Beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sudah bersedia menggunakan baja kami," kata Direktur KNSS Djoko Muljono di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (28/5).

Djoko mengatakan, pabrik KNSS di Cilegon memiliki kapasitas sebesar Rp 480 ribu ton per tahun yang akan berfokus di sektor hilir. KNSS akan memproduksi baja cold rolled steel (CR), galvanizing steel (GI), galvannealing steel (GA). Berbagai produk tersebut digunakan untuk bagian badan mobil dan beberapa komponen otomotif tahan karat lainnya.

(Baca juga: Operasi Pabrik Krakatau Nippon Steel Mundur Jadi April 2018)

Advertisement

Pabrik dengan nilai investasi US$ 30 juta ini rencana diresmikan Agustus mendatang, mundur dari rencana awal April 2018. "Schedule-nya kami rencanakan (peresmian pabrik) tanggal 7 Agustus 2018," kata Djoko.

Pembangunan pabrik ini sebenarnya sudah selesai sesuai target. Hanya saja, pabrik tersebut sejak September 2017 masih memerlukan waktu untuk proses pengujian pabrik atau commisioning. Tahap ini diperlukan untuk memastikan seluruh instalasi peralatan yang terpasang di pabrik KNSS berfungsi dengan baik.

Pada tahun pertama, KNSS menargetkan pabrik dapat memenuhi 30% dari kapasitas produksi maksimal. "Kami harap dalam dua tahun bisa kapasitas penuh," kata Djoko.

(Baca juga: Krakatau Steel Masih Rugi, Kementerian BUMN Minta Ekspansi Penjualan)

Pabrik KNSS masih akan banyak mengimpor bahan baku dari Jepang. Saat ini disiapkan dua skema dalam proses impor bahan baku. 

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, skema pertama adalah importasi langsung dari Nippon Steel ke KNSS. Kedua, bahan baku didistribusikan dari Nippon Steel ke KS untuk diproses, baru kemudian dikirimkan ke KNSS.

"Satu lagi kami harapkan di tahun berikutnya blast furnished-nya KS jalan, nanti masuk ke KS baru ke KNSS," kata Harjanto.

Selama ini industri otomotif mengimpor baja galvanis yang digunakan untuk membuat badan mobil. Kebutuhan nasional baja galvanis mencapai 700 ribu-800 ribu ton per tahun. Dengan beroperasi pabrik KNSS di Cilegon, diperkirakan impor baja galvanis akan berkurang 50%.

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait