Bangun Smelter di Gresik, Freeport Gandeng Chiyoda International

Freeport membangun smelter di Gresik sebagai bagian dari kesepakatan divestasi pada 2018. Kesepakatan terbaru ini pun menepis spekulasi perubahan lokasi smelter Freeport ke Halmahera.
Image title
15 Juli 2021, 16:57
Freeport, smelter freeport, smelter gresik, chiyoda international
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Area pengolahan mineral PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua.

PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia menandatangani kontrak kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PTFI pada Kamis (15/7).

Kontrak tersebut mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate(JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan pembangunan smelter tersebut sesuai kesepakatan divestasi pada 2018. Pengerjaan tersebut dilakukan di tengah berbagai tantangan pandemi Covid-19. "Kami terus melakukan penyesuaian agar kami dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja," ujar Wenas dalam keterangan tertulis, Kamis (15/7).

Kontrak kerja sama ditandatangani oleh Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas. Penandatanganan disaksikan secara virtual oleh beberapa pejabat dan pimpinan kedua perusahaan.

Advertisement

Mereka yakni Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin, Chief Executive Officer (CEO) MIND ID Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officer (CFO) Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo.

Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana berharap pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional. "Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu,” ujar Naoto.

Penandatanganan kontrak kerja sama EPC ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat pandemi. Pengerjaan EPC di JIIPE terus berjalan, termasuk pengadaan barang long lead item, stripping, dan penyiapan area lay down untuk peralatan dan material konstruksi.

Selain itu, persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pun tengah dilakukan di lapangan bagi para pekerja konstruksi. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dan diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 40 ribu dosis vaksin Covid-19.



Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin menyambut baik penandatanganan kontrak antara kedua belah pihak. Menurutnya penandatanganan ini menjadi energi positif di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.

"Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong akselerasi dari proyek ini, dan akan terus bekerja sama dengan PTFI untuk membantu memastikan pengerjaan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Ridwan.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait