Misteri Satoshi Nakamoto, Sosok Pencipta Aset Kripto Bitcoin

Kapitalisasi pasar bitcoin hari ini (27/1) mencapai US$ 695 miliar atau Rp 9,988 triliun. Teka teki sosok Satoshi Nakamoto masih terus menjadi bahan perbincangan publik.
Image title
27 Januari 2022, 11:27
Ilustrasi Bitcoin
Unsplash/Aleksi Raisa
Ilustrasi Bitcoin

Kapitalisasi pasar mata uang kripto (cryptocurrency) bitcoin kini mencapai ribuan triliun rupiah. Namun, sosok penciptanya hingga kini masih simpang siur.

Dikutip dari CoinMarketCap, kapitalisasi pasar bitcoin hari ini (27/1) mencapai US$ 695 miliar atau Rp 9,988 triliun. Bahkan kapitalisasi pasar bitcoin sempat menyentuh angka US$ 1 triliun atau Rp 14.373 triliun pada tahun lalu.

Sedangkan, harga satu koin aset kripto ini US$ 36.730 atau Rp 527 juta. Tahun lalu, harga bitcoin sempat menyentuh rekor US$ 69 ribu atau hampir Rp 1 miliar.

"Kami percaya bitcoin adalah kripto paling mendalam dari blockchain publik, dasar dari uang digital berdaulat sendiri," kata analis Ark Invest Yassine Elmandjra dikutip dari Forbes, kemarin (26/1).

Elmandjra juga memperkirakan, harga satu koin kripto itu bisa melebihi US$ 1 juta atau Rp 14 miliar pada 2030. "Peningkatan 2.500% dari harga bitcoin sekarang," katanya.

Namun, meski kini bernilai fantastis, pencipta bitcoin masih simpang siur. Pada 2008, seseorang yang menggunakan nama Satoshi Nakamoto merilis makalah yang menjelaskan sistem perangkat lunak baru bernama bitcoin. Makalah setebal sembilan halaman itu ia kirim kepada sekelompok kriptografer.

Saat itu, tidak ada yang peduli dengan identitas Nakamoto. Sebagian besar orang dalam kelompok itu skeptis terhadap ide bitcoin.

Pada 2009, Nakamoto kemudian meluncurkan jaringan bitcoin. Seorang pengembang bernama Hal Finney merupakan salah satu dari sedikit orang yang tertarik dengan Nakamoto. Pada minggu-minggu awal peluncuran, Nakamoto dan Finney bekerja dari jarak jauh untuk menjalankan jaringan bitcoin. Transaksi bitcoin pertama beralih dari Nakamoto ke Finney.

Selama sekitar dua tahun setelah peluncuran, bitcoin perlahan tumbuh. Nakamoto menulis di pesan dan secara pribadi bertukar email dengan pengembang seperti Finney.  

Pada Desember 2010, Nakamoto berhenti mengunggah informasi secara publik di website. Ia juga berhenti berbicara dengan pengembang melalui email pada 2011.   Sejak saat itu, Nakamoto menyerahkan kepemimpinan proyek kepada pengembang perangkat lunak, Gavin Andresen. Nakamoto pun menghilang.

Nakamoto sendiri menggunakan dua alamat email dan satu situs web. Identitas orang yang mendaftarkannya diblokir.

"Tidak ada informasi publik lainnya. Di zaman di mana sulit untuk tidak disebutkan namanya, Nakamoto tetap menjadi hantu," demikian dikutip dari Wall Street Journal pada dua pekan lalu (7/1).

Setelahnya, sejumlah teori mengenai sosok Nakamoto muncul. Misalnya, ada yang mengatakan bahwa Finney atau Andresen merupakan Nakamoto. Akan tetapi keduanya telah menyangkalnya, dan belum ada bukti untuk membuktikan kedua sosok itu adalah Nakamoto.

CEO Tesla Elon Musk pernah mengungkapkan sosok Nakamoto. Ia percaya dengan teori yang berkembang, bahwa pakar cryptocurrency itu adalah Nick Szabo. "Dia (Szabo) tampaknya menjadi orang yang lebih bertanggung jawab atas ide-ide di balik bitcoin daripada orang lain," kata Musk dikutip dari Business Insider, Rabu (29/12).

Menurut Musk, Szabo kerap kali mengaku bukan Nakamoto. Tapi orang terkaya di dunia itu tetap percaya Szabo adalah Nakamoto, karena ide-ide yang sering ia paparkan menunjukkan pengetahuan mendalam soal bitcoin.  

"Anda dapat melihat evolusi ide sebelum peluncuran bitcoin dan melihat siapa yang menulis tentang ide-ide itu," ujar Musk.

Pada 2014, tim peneliti linguistik juga sempat mempelajari kesamaan buku putih bitcoin yang dibuat Nakamoto dengan tulisan Szabo, dan 10 pembuat konten lainnya. Peneliti itu menemukan hasil yang tak terbantahkan. "Jumlah kesamaan linguistik antara tulisan Szabo dan buku putih bitcoin luar biasa. Tidak ada penulis lain yang mungkin mendekati kecocokan," kata peneliti.

Laporan New York Times pada 2015 juga menyematkan penemuan bitcoin pada Szabo. Sebab, Szabo banyak berbicara secara terbuka tentang sejarah bitcoin dan teknologi blockchain.  

Akan tetapi, Szabo kerap kali menyangkal klaim bahwa ia merupakan penemu anonim di balik aset digital terbesar itu.

Pada 2016, seorang programmer asal Australia bernama Craig Wright mengaku sebagai Nakamoto. Klaimnya dengan cepat dibedah dan ditolak di komunitas bitcoin. Ia sempat berjanji untuk membuktikan bahwa ia adalah Nakamoto dengan memindahkan beberapa bitcoin awal itu. Namun, sampai saat ini, ia belum melakukannya.

Advertisement

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait