BEI Periksa Broker Saham PADI, Telisik Dugaan Manipulasi

BEI memeriksa broker saham PADI untuk mengetahui apakah ada unsur kecurangan dalam lonjakan saham perusahaan tersebut.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
21 Agustus 2017, 20:03
Saham
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Bursa Efek Indonesia memeriksa broker atau perantara yang memfasilitasi transaksi jual-beli saham PT Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) Tbk. BEI mengambil langkah pemeriksaan karena pergerakan saham perusahaan PADI mengalami kenaikan yang tidak wajar.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengungkapkan, pemeriksaan terhadap untuk mengetahui apakah ada unsur kecurangan dalam kenaikan saham perusahaan tersebut.

"Pemeriksaan dilakukan untuk melihat apakah ada unsur manipulasi dalam pergerakan harga saham tersebut," ujar Hamdi kepada Katadata, di Jakarta, Senin (21/8).

(Baca: Saham Induk Beras "Maknyuss" Bergerak Liar, BEI Minta Penjelasan)

Akibat masih melakukan pemeriksaan, Hamdi belum dapat memastikan apakah kenaikan saham PADI yang tidak wajar tersebut adalah akibat dari adanya aksi 'goreng' saham atau adanya kebocoran informasi (insider trading). Hamdi menolak memeberkan nama broker yang tengah diperiksanya.

Dia mengatakan jika memang terbukti terjadi manipulasi dalam kenaikan harga saham PADI yangs ecara tidak wajar tersebut, pihak BEI akan melaporkannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menindaklanjutinya.

(Baca: Bursa Efek Ulang Tahun Ke-25, Startup Didorong Bergabung)

Sebelumnya, pihak BEI menghentikan sementara atau suspensi terhadap saham PADI pada 1 Agustus 2017 lalu. Langkah ini diambil guna meredap pergerakan saham PADI yang terus mengalami kenaikan hingga ke level Rp 985 per saham atau naik hampir 190% jika dibandingkan dengan terakhir kali saham PADI mengalami penurunan yakni Rp 340 per saham.

Namun, BEI akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan menyusul kembali melejitnya saham PADI pasca pencabutan suspensi pada 8 Agustus 2017 lalu. Pada penutupan perdagangan hari ini pun, saham PADI masih bertengger di level Rp 1.120 atau naik 5 poin dari pembukaan perdagangan pertama hari ini sebesar Rp 1.115 per saham.

 

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait