ExxonMobil Pastikan Puncak Produksi Blok Cepu Akhir Tahun Ini

Produksi dari Lapangan Banyu Urip saat ini lebih dari 80 ribu barel per hari. Sedangkan target lifting ExxonMobil dari Blok Cepu tahun ini sebesar 99.600 barel per hari.
Yura Syahrul
28 Oktober 2015, 18:15
ExxonMobil
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA - Meski sempat menghadapi sejumlah masalah, produksi minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Jawa Timur, akan mencapai puncak pada akhir tahun ini. Produksi migas dari blok yang dikelola ExxonMobil Indonesia ini memang diharapkan berkontribusi besar terhadap pencapaian target produksi siap jual (lifting) migas nasional tahun 2015.

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengungkapkan, perkembangan proyek Lapangan Banyu Urip hingga saat ini sudah lebih dari 97 persen. Atas dasar itulah, dia optimistis puncak produksi Blok Cepu sebesar 205 ribu barel per hari tercapai akhir tahun ini. "Produksi Banyu Urip akan terus meningkat hingga mencapai puncak tahun ini," katanya kepada Katadata, Rabu (28/10).

Ia menjelaskan,  produksi dari Lapangan Banyu Urip saat ini lebih dari 80 ribu barel per hari. Sedangkan target lifting ExxonMobil dari Blok Cepu tahun ini sebesar 99.600 barel per hari.

Dikutip dari situs resmi ExxonMobil Indonesia, Proyek Banyu Urip merupakan pengembangan awal dari wilayah kontrak Blok Cepu. Penemuan ladang Banyu Urip diumumkan pada April 2001 dengan kandungan sebanyak 375 juta barrel minyak. Saat mencapai puncak produksinya, pemerintah Indonesia akan menerima bagi hasil sebesar US$ 4 miliar-US$ 17 miliar. Nilai tersebut dengan asumsi harga minyak US$ 20-US$ 50 barel, dan sudah termasuk pajak, bonus, dan pembagian minyak untuk pemerintah. Sedangkan PT Pertamina dan perusahaan-perusahaan pemerintah daerah akan memperoleh penerimaan hingga US$ 1,6 miliar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja pernah mengatakan, semula puncak produksi Blok Cepu akan tercapai pada Oktober 2015. Namun, kericuhan yang melibatkan para pekerja subkontrak kontraktor Engineering Procurement Construction (EPC) 1 proyek Banyu Urip pada Agustus lalu, menyebabkan target tersebut mundur hingga medio November nanti.

(Baca: SKK Migas: Melesetnya Produksi Blok Cepu Bisa Memicu Efek Berantai)

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro berharap puncak produksi Blok Cepu bisa tercapai sesuai target tahun ini. Dengan begitu, produksi migas nasional tahun ini tidak terganggu. Harapannya ini menanggapi kabar adanya permintaan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menunda puncak produksi Blok Cepu tahun ini. Alasannya harga minyak dunia saat ini rendah sehingga cadangan minyak di Blok Cepu dapat disimpan dulu sampai menunggu harga minyak kembali normal.

(Baca: Dua Bulan Terakhir Lifting Minyak Meningkat Hingga 800 Ribu Barel)

Sekadar tambahan informasi, SKK Migas mencatat lifting minyak per 26 September lalu sudah mencapai 800 ribu barel per hari. Jadi, SKK Migas optimistis rata-rata lifting minyak pada akhir tahun nanti bisa mencapai 802 ribu bph. Pencapaian itu memang masih di bawah target rata-rata lifting minyak dalam APBNP-2015 yang sebesar 825 ribu bph.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait