Dinilai Punya Tiga Keunggulan, Wimboh Terpilih Jadi Bos Baru OJK

“Wimboh (punya kelebihan) makroprudensial dan (hubungan dengan) internasional. Terus terang saja, OJK itu harus juga punya hubungan baik dengan otoritas fiskal dan lembaga internasional."
Miftah Ardhian
8 Juni 2017, 20:11
Wimboh
ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017-2022, Wimboh Santoso
Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memilih Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022. Komisaris Utama Bank Mandiri yang memang disebut-sebut jagoan pemerintah tersebut menyisihkan kandidat lainnya yaitu bankir senior, Sigit Pramono.
 
Keputusan tersebut setelah melalui mekanisme voting yang digelar anggota Komisi Keuangan DPR, Kamis malam (8/6). Ketua Komisi Keuangan DPR Melchias Markus Mekeng mengatakan, setelah melakukan rapat internal di komisinya akhirnya disepakati bahwa pemilihan Ketua Dewan Komisioner OJK dilakukan dengan mekanisme voting.
 
 
Hasilnya, Wimboh terpilih sebagai pemenangnya dengan perolehan 50 suara. Sedangkan Sigit hanya mendapat 4 suara, dan 1 suara dinyatakan abstain atau tidak memilih. "Dengan demikian, dapat disetujui saudara Wimboh Santoso terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK," ujar Mekeng.
 
Kemenangan Wimboh ini seperti sudah diprediksi sebelumnya. Anggota Komisi Keuangan dari Fraksi Partai Nasional Demokrat Jhonny G. Plate mengatakan, Ketua OJK terpilih harus memiliki keunggulan di bidang makroprudensial, kedekatan dengan otoritas fiskal, serta kemampuan membangun hubungan dengan negara lain dan lembaga internasional.
 
Wimboh dinilainya memenuhi kriteria-kriteria tersebut. “Wimboh (punya kelebihan) makroprudensial dan (hubungan dengan) internasional. Terus terang saja, OJK itu harus juga punya hubungan makroprudensial dan (hubungan baik dengan) otoritas fiskal dan dengan lembaga internasional,” kata Jhonny.
 

(Baca: Ikut Seleksi Calon Bos OJK, Wimboh Janjikan Sanksi 'Shock Therapy')

Ia menjelaskan, aspek hubungan baik dengan negara-negara lain menjadi salah satu kualitas yang dicari lantaran Indonesia akan menjalankan kerja sama global pertukaran data secara otomatis (Automatic Exchange of Information/AEoI) terkait pajak. Data yang bakal dipertukarkan di antaranya data nasabah dari industri keuangan yang diawasi oleh OJK.

"Kami akan pilih yang sesuai dengan kebutuhan OJK saat ini. Ada Automatic Exchange of Information yang berarti hubungan kita dengan negara lain (itu penting). Jadi, (akan pilih) yang paham itu," ujar dia.

(Baca: Saingan dengan Sigit, Wimboh Tepis Tawaran Posisi Selain Ketua OJK)

Sebagai informasi, sebelumnya, Wimboh tercatat pernah menduduki posisi Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010 - 2012 dan Kepala BI perwakilan New York pada 2012. Saat ini, Wimboh menjabat Komisaris Utama di Bank Mandiri.

Di sisi lain, Sigit merupakan bankir senior, yang pernah menjadi Direktur Utama BII dan BNI, serta 10 tahun menjabat Ketua Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas).

Editor: Yura Syahrul

Video Pilihan

Artikel Terkait