Kilang Balikpapan menyuplai sekitar 26% BBM di Indonesia dan merupakan kilang terbesar kedua di Indonesia setelah Kilang Cilacap.
Kilang Balikpapan
Katadata

PT Pertamina (Persero) menyatakan siap mengoperasikan Kilang Balikpapan secara penuh. Ini bisa dilakukan karena Kilang Balikpapan II sudah bisa beroperasi kembali setelah 42 hari melakukan perawatan (turn around) sejak 6 Maret 2017 .

Sesuai prosedur (Standard Operating Procedure/SOP), Kilang Balikpapan II beroperasi secara bertahap sejak 3 April 2017. “Pertamina RU V Balikpapan mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak selama masa Turn Around Kilang Balikpapan II,” kata GM Pertamina Refinery Unit V Yulian Dekri, dalam keterangan resminya, Senin (17/4).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Pertamina Proses Pengadaan Barang Kilang Balikpapan Oktober)

Turn Around adalah perawatan berkala kilang secara menyeluruh yang bertujuan untuk menjaga performa produksi ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala setiap 3 sampai 4 tahun sekali. Kegiatan ini juga melibatkan sekitar 3.500 orang, sebagai upaya pelibatan tenaga kerja lokal di Balikpapan dan sekitarnya.

Perawatan ini dilakukan dengan konsisten pada  aspek keselamatan, kesehatan kerja dan perlindungan lingkungan. “Komitmen kami adalah melaksanakannya sesuai target Turn Around Excellent, yaitu tidak ada accident (kecelakaan), tidak ada fatality, tidak ada kebakaran, dan tidak ada pencemaran lingkungan, kualitas mutu terbaik, tepat waktu, dan tepat biaya" ujar Yulian.

Sebelum melakukan aktifitas di area kilang, tenaga kerja wajib melakukan pemeriksaan kesehatan pagi dan malam di Gerbang 4A. Pemeriksaan ini meliputi tekanan darah dan kondisi fisik dan untuk pekerjaan diketinggian dan area tertutup (Confined space) yang dilengkapi dengan lolos hasil pemeriksaan MCU.  Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan tenaga kerja yang bekerja di dalam kilang dalam kondisi fisik yang bugar.

(Baca: Pertamina Pilih Wika Bangun Dermaga untuk Kilang Balikpapan)

Setiap memulai pekerjaan, dilakukan pengarahan (Tool Box Meeting) untuk meyakinkan semua pekerja memahami apa yang akan dilakukan, potensi bahaya, serta mitigasinya. Selama perawatan ada juga pengawasan HSSE, selain progres pekerjaan oleh tim management secara rutin untuk memastikan kegiatan dilakukan dengan aman.

Kilang Balikpapan memiliki kapasitas total sebesar 260.000 barel per hari. Perinciannya Kilang Balikpapan I memiliki kapasitas produksi sebesar 60.000 barel per hari dan Kilang Balikpapan II dengan kapasitas produksi 200.000 barel per hari. 

 (Baca: Perawatan Kilang Balikpapan, Pertamina Jamin Stok BBM Aman)

Kilang Balikpapan memproduksi berbagai jenis bahan bakar seperti Premium, Pertalite, Pertamax, Solar, LPG, Avtur, Pertamina Dex dan berbagai produk lainnya. Kilang ini memasok sekitar 26 persen bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dan merupakan kilang terbesar kedua di Indonesia setelah Kilang Cilacap. 

Artikel Terkait
Jika lelang blok migas tahun ini laku, maka bisa menjadi pertanda baik baik investasi migas. Apalagi banyak pihak masih meragukan gross split.
Pertamina berencana meluncurkan produk tersebut Maret 2018
Pertamina membentuk satuan tugas (satgas) untuk pengamanan pasokan bahan bakar yang bertugas sejak 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018.