Bursa saham
Penampilan penyanyi Raisa saat Stock Sound penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 31 Maret 2017 ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta, Rabu (19/4) besok, tidak akan mempengaruhi animo para investor. Meskipun aparat keamanan meningkatkan kewaspadaannya karena adanya potensi mobilisasi massa ke Jakarta saat hari pencoblosan.

Menurut Darmin, investor saat ini sudah lebih pandai menanggapi isu-isu politik dan keamanan yang berkembang untuk menghitung potensi keuntungan investasinya. Sikap sebagian investor yang menunggu dan melihat (wait and see) keadaan hingga rampungnya proses Pilkada DKI juga tidak akan berdampak signifikan terhadap pasar modal maupun pasar keuangan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Biarkan saja (investor menahan). Besok sudah selesai keadaannya," kata Darmin di Jakarta, Selasa (18/4). (Baca: Kumpulkan Polri, TNI dan BIN, Jokowi Jamin Keamanan Pilkada DKI)

Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 0,52 persen ke posisi 5.606. Padahal, sehari sebelumnya, IHSG sempat melorot 0,7 persen menjadi 5.577. Ini merupakan level terendah IHSG sejak awal April ini.

Di pasar valuta asing (valas), berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah juga melemah tipis 0,09 persen menjadi Rp 13.298 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa ini. Hal ini melanjutkan tren pada hari sebelumnya dimana rupiah juga melemah 0,09 persen.

Kepala Riset Bahana Sekuritas Harry Su melihat, pelaku pasar tidak berlebihan menanggapi Pilkada Jakarta. "Pasar khawatir sih, tapi tidak berlebihan," katanya kepada Katadata, Selasa (18/4). Sebab, para investor sudah memperhitungkan sejak dini dampak pilkada tersebut.

Sementara itu, Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo memandang kenaikan IHSG pada satu hari jelang pemungutan suara menunjukkan investor yakin proses demokrasi tersebut akan berjalan aman.

Meski begitu, BEI meliburkan perdagangan saham pada Rabu besok dengan alasan mengikuti langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas pasar modal. “19 (April) jadinya tutup, kan bursa by law (secara hukum) buka dengan pengawasan OJK. OJK tutup ya kami harus tutup,” kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio kepada Katadata.

(Baca: Gara-Gara OJK Libur Saat Pilkada Jakarta, Bursa Saham Ikut Tutup)

Padahal, sebelumnya Tito sempat menyatakan bursa saham tidak libur lantaran Bank Indonesia (BI) tetap melayani kliring pada saat Pilkada. Bursa saham tetap buka untuk memfasilitasi para investor yang tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi dari seluruh Indonesia dan dunia. “Harus tetap difasilitasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumpulkan Menko Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/4) kemarin. Didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden memerintahkan seluruh aparat negara, baik TNI dan Polri, untuk menjamin kelancaran dan keamanan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Jakarta.

Karena itu, Jokowi meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan kondisi Jakarta selama berlangsungnya pilkada. “Semua warga harus dapat melaksanakan haknya tanpa gangguan dan tanpa intimidasi dari pihak mana pun," katanya. Presiden juga yakin proses demokrasi tersebut akan berjalan lancar, bersih, dan tertib.

(Baca: Polisi Akan Proses Hukum Mobilisasi Massa Saat Pilkada Jakarta)

Demi menjaga keamanan, Polda Metro Jaya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta juga sudah mengeluarkan maklumat bersama. Maklumat itu memuat larangan mobilisasi massa saat hari pemungutan suara Pilkada Jakarta karena dapat mengintimidasi secara fisik dan psikis.

"Demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif," tulis maklumat yang ditandatangani Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti, yang dikeluarkan Senin (17/4). Jika larangan itu tidak diindahkan, kepolisian mengancam akan melakukan proses hukum.

Sebelumnya, memang ada rencana sekelompok masyarakat menggelar gerakan "Tamasya Al Maidah", yaitu mengajak masyarakat untuk mendatangi dan mengamankan proses pemungutan suara di TPS-TPS.

Artikel Terkait
"Inflasi itu kan kalau pengeluaran harganya naik. Kalau konsumsi lebih banyak itu tidak membuat inflasi."
Ekonomi kreatif bakal menyumbang Rp 1.000 triliun untuk Produk Domestik Bruto 2017.
Pada Maret 2018 pemerintah akan menerapkan Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi (single submission) secara online.