Untuk mencegah penyimpangan, mekanisme kontrol pegawai KKP akan ditambah dengan pendampingan yang melekat.
Susi ikan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menyampaikan kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Jumat (3/2/2017). ANTARA FOTO/Agus Bebeng

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melantik Muhammad Yusuf sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebelum hijrah ke KKP, Yusuf pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. 

Yusuf mengisi pos yang ditinggal Andha Fauzie Miraza yang memasuki masa pensiun. “Saya ucapkan selamat datang Pak Yusuf dalam tim KKP. Saya sudah bekerja bersama Bapak mungkin sudah cukup lama, meskipun tidak sama-sama di KKP,” kata Susi dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (20/4). 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Susi berpesan kepada Irjen yang baru, agar tak goyah atas tekanan dari berbagai pihak. Ia mengingatkan, tugas sebagai Irjen cukup berat dalam mengurusi kepegawaian dan internal KKP. Apalagi, ketika dikaitkan dengan tugas melindungi sumber daya perikanan.

(Baca juga:  Keluhkan Birokrasi, Menteri Susi: Seperti Cabut Gigi Kerbau

Sebab saat ini nelayan negara-negara seperti Tiongkok, Thailand, dan Vietnam tengah tertekan oleh kebijakan moratorium yang dilakukan oleh pemerintah negaranya masing-masing. Alhasil, kecenderungan untuk mencari tangkapan ikan sampai ke perairan Indonesia kian besar.  

Susi menyebut, tangkapan ikan nelayan Indonesia tahun lalu telah mencapai 40 persen lebih tinggi dari target. Namun ia mengingatkan agar kelebihan itu diutamakan untuk meningkatkan konsumsi protein di dalam negeri, bukan untuk diekspor semua.

“Dengan tekanan-tekanan kebutuhan dunia, seafood yang kita punya akan dicari dan dikejar oleh banyak negara. Saya ingatkan kepada bapak-bapak semua, utamakan untuk bangsa kita dahulu,” katanya.

(Baca juga: Tak Maksimal Tahun Lalu, KKP Siap Bagikan 1.068 Kapal Tahun Ini)

Susi mengungkapkan keprihatinannya atas angka stunting indeks anak-anak Indonesia yang sangat tinggi. Berdasarkan data 2003-2013, stunting indeks anak-anak Indonesia mencapai 39 persen. Artinya, satu dari tiga anak-anak Indonesia tumbuh kuntet. Ia mengatakan kendati stok ikan melimpah namun anak-anak Indonesia belum cukup tumbuh sehat.

Adapun Irjen KKP baru, Yusuf menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan Menteri Susi kepadanya. Selama menjabat, ia akan menambahkan sistem control by accompany in the link atau pendampingan yang melekat pada pegawai KKP.

Sebelumnya, KKP sudah mengadopsi tiga mekanisme kontrol yakni control by audit, control by report, dan control by system, “Kita berharap ada tim atau anggota inspektorat di sana, untuk pencegahan dini agar jangan sampai ada penyimpangan,” katanya. 

(Baca juga:  Menteri Susi Minta Bantuan Radar dan Tarik Investasi dari Jepang)

Muhammad Firman
Artikel Terkait
Sekitar 70% anggaran KKP akan digunakan untuk pelayanan publik dengan pengadaan barang dan jasa.
“Bukan karena itu daerah Ibu Menteri,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.
Untuk mendapat bantuan modal, nelayan diminta membentuk koperasi.