Ribuan Warga Ancam Unjuk Rasa di Vico

Vico hanya bersedia mempekerjakan kembali tiga dari 23 karyawan yang habis masa kontraknya
Adek Media Roza
6 Agustus 2015, 09:02
Katadata
KATADATA
Pemasangan kawat berduri untuk antisipasi aksi massa.

KATADATA ? Ribuan warga Muara Badak, Kutai Kartanegara, hari Kamis ini (6/8) mengancam kembali berunjuk rasa di depan kantor Vico Indonesia di Muara Badak. Aksi ini dilakukan setelah hasil mediasi antara manajemen Vico Indonesia dengan masyarakat Muara Badak, terkait tak diperbaruinya kontrak pekerja, pada Rabu malam (5/8), tidak membuahkan hasil.

?Karena hasil pertemuan tidak sesuai harapan, dan yang hadir dari Vico bukanlah orang yang bisa mengambil keputusan, maka aksi akan tetap dilanjutkan,? ujar Samsul Bahri, perwakilan pekerja.

Dalam pertemuan di Hotel Aston, Samarinda, Vico tidak bersedia memperbarui kontrak 23 pekerja. Selain itu, Vico tetap akan mengurangi ratusan orang pekerja subkontraktor pada bulan September mendatang. Akibatnya, rapat sempat ricuh. Beberapa warga yang hadir di rapat semalam sempat melempar mediator Vico.

Untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa pada Kamis pagi ini, delapan kompi pasukan polisi diturunkan untuk menjaga keamanan di sekitar perusahaan. Petugas keamanan Vico juga sudah bersiaga, sekaligus memasang pagar kawat berduri yang dibawa oleh polisi dari Bontang.

Advertisement

Pada Kamis pagi, pukul 7.00 WITA, massa belum banyak yang berkumpul di depan kantor Vico di Muara Badak. Namun, diperkirakan pada pukul 9.00 WITA, jumlah massa yang berhimpun diklaim bakal mencapai ribuan orang. Massa merupakan gabungan dari karyawan subkontraktor, pegawai pemerintah Kutai Kartanegara, serta mahasiswa dari Samarinda.

Sehari sebelumnya, aksi demo juga dilakukan di depan kantor Vico. Massa bahkan berkumpul hingga lewat tengah malam, sehingga polisi melakukan pembubaran paksa. Kericuhan sempat terjadi karena awalnya massa menolak dibubarkan, bahkan hampir terjadi baku pukul. Massa akhirnya membubarkan diri setelah perwakilan demonstran bernegosiasi dengan polisi. Aksi demo tersebut sudah berulang kali digelar sejak pekan lalu, dan melibatkan perangkat desa.

Selain demonstrasi, warga juga mengancam keselamatan para petinggi Vico bila perusahaan,  seperti disampaikan dalam mediasi, hanya bersedia mempekerjakan kembali tiga dari seluruh karyawan yang habis kontrak itu. ?Ini urusan perut, kami akan memperjuangkan sampai akhir. Dan kami tidak bisa menjamin keselamatan para petinggi Vico,? kata Tamrin, salah seorang pekerja yang hadir di pertemuan mediasi.

Tamrin mengatakan, pertemuan mediasi tidak memuaskan pekerja. Vico, ujarnya, tetap tidak akan memperpanjang masa kontrak sekitar 248 pekerja yang akan selesai pada September mendatang. Solusi yang diberikan hanya merumahkan para pekerja dan memberi gaji hingga Desember 2015. Ia mengatakan, seharusnya PHK atau pemberhentian kontrak dilakukan terlebih dulu terhadap pekerja yang tidak memiliki KTP Kukar.

Dalam pernyataan resminya, Vico menjelaskan bahwa para pekerja yang tidak diperpajang kontraknya memang tidak diperlukan lagi oleh perusahaan. Para pekerja itu pun sebenarnya berkontrak dengan perusahaan kontraktor rekanan. ?VICO terus bekerja sama dengan seluruh kontraktor dan para pemangku kepentingan setempat lainnya guna memastikan permasalahan tersebut diselesaikan sesuai dengan perjanjian dan peraturan yang berlaku,? demikian bunyi pernyataan tersebut.

Nina Herlina (Muara Badak), Raya Fatahillah (Samarinda)

Reporter: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait