Menilik Perbedaan Kerjasama Bilateral dengan Multilateral

Dwi Latifatul Fajri
9 Desember 2022, 17:55
Perbedaan Kerjasama Bilateral dengan Multilateral
Pixabay.com/bianca-stock-photos
Ilustrasi, kerjasama internasional.

Kerjasama internasional bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan perdamaian dunia. Contohnya saja kerjasama pemerintah Indonesia dengan negara-negara lain. Indonesia juga menjadi anggota di berbagai bidang. Contoh organisasi internasional yang diikuti Indonesia yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Kerjasama internasional, adalah hubungan yang terjalin dua negara atau lebih. Tujuan kerjasama internasional ini, adalah untuk meningkatkan ekonomi antar negara. Selain itu kerjasama internasional juga menjalin hubungan diplomatik antar negara.

Perbedaan Kerjasama Bilateral dengan Multilateral

Ada berbagai jenis kerjasama internasional seperti kerjasama bilateral, regional, dan multilateral. Perbedaan kerjasama bilateral dengan multilateral adalah jumlah negara yang terlibat. Kerjasama bilateral dilakukan dua negara. Sedangkan kerjasama multilateral sifatnya global.

Contoh kerjasama bilateral yaitu Indonesia dan Jepang. Sedangkan contoh kerjasama multilateral yaitu Indonesia bergabung dengan PBB. Kerjasama multilateral ini dilakukan oleh negara di seluruh dunia untuk mencapai tujuan bersama.

Selain PBB, Indonesia juga bergabung dengan International Monetary FUnd (IMF), ASEAN Free Trade Area (AFTA), Gerakan Non Blok (GNB), dan World Trade Organization (WTO).

Dampak Kerjasama Internasional

Kerjasama internasional dapat mensejahterakan dan meningkatkan ekonomi nasional. Tetapi kerjasama internasional ini memiliki dampak positif dan negatif.

Selain itu terdapat hambatan dalam kerjasama internasional. Hambatan suatu negara tidak bekerjasama dengan negara lain yaitu adanya konflik perang, ideologi yang berbeda, kepentingan negara berbeda, hingga kebijakan perdagangan yang merugikan negara lain.

1. Dampak Negatif Kerjasama Internasional

  • Mendorong masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Budaya asing ini dapat mempengaruhi pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
  • Adanya bantuan dan pinjaman dari luar negeri membuat ketergantungan ekonomi dalam negeri
  • Ekonomi suatu negara bisa tidak stabil. Penyebabnya karena bebasnya investasi swasta.
  • Adanya pihak asing yang terlibat untuk pengambilan kebijakan dalam negeri.
  • Terjadinya pasar bebas dapat merugikan industri dalam negeri.
  • Ekonomi akan terkonsentrasi pada negara maju. Hal ini menyebabkan perekonomian negara berkembang tertinggal.

2. Dampak Positif Kerjasama Internasional

Mengutip dari buku Smart Plus SOSHUM SMA, berikut dampak positif kerjasama internasional.

  • Mendorong pembangunan nasional
  • Dapat meningkatkan devisa negara
  • Memperluas lapangan kerja negara
  • Mendapatkan keuntungan dari ekspor
  • Pertukaran budaya dan teknologi
  • Indonesia diakui di kancah dunia
  • Meningkatkan perekonomian suatu negara
  • Meningkatkan kualitas tenaga kerja

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait