Sandiaga Ungkap Alasan Kepergian Prabowo ke Eropa

Sandiaga meminta agar semua pihak untuk menghormati privasi Prabowo. Ia pun menilai tak seharusnya manifest penerbangan disebarluaskan ke publik.
Image title
30 Mei 2019, 01:36
Prabowo, Sandiaga, Pilpres 2019
ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (kedua kiri) didampingi Penanggung Jawab Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Hashim Djojohadikusumo (kanan) melambaikan tangan usai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (24/5/2019). BPN Prabowo-Sandiaga menunjuk Hashim Djojohadikusumo sebagai Penanggung Jawab Tim Kuasa Hukum dan Bambang Widjojanto sebagai Ketua Tim Kuasa Hukum paslon 02 untuk mengajukan gugatan perselisihan hasil Pilpres.

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menyebut, kepergian Prabowo Subianto ke Austria dalam rangka keperluan pribadi. Ia menjelaskan, Prabowo terbang ke Eropa bisa karena berbagai hal yang sifatnya pribadi.

"Mungkin dari pengalamannya, beliau kan kalau cek kesehatan selalu cek di Eropa, sementara ke Dubai hanya transit," ujar Sandiaga usai menghadiri acara buka puasa bersama media di media center Prabowo-Sandiaga di Jl.Sriwijaya, Jakarta, Rabu, (29/5).

Terkait tujuan potensi tujuan negara lain yang akan dituju oleh Prabowo selain Austria, dirinya mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Dalam kepergiannya ke Austria, Prabowo diketahui berangkat bersama sejumlah warga negara asing seperti Russia dan Amerika Serikat. Namun ketika dimintai keterangan terkait maksud keperluan delegasi kedua negara tersebut, ia hanya menjawab singkat bahwa dirinya tidak mendapatkan keterangan tersebut.

Advertisement

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan, Prabowo akan kembali ke Indonesia dalam kurun waktu tiga hingga empat hari ke depan. "Jadi mungkin hari Minggu, terhitung tiga hari dari sekarang ya," ujarnya.

Sandiaga pun meminta semua pihak untuk menghormati privasi Prabowo. Ia menyebutkan bahwa pihaknya berhak mendapatkan privasi yang seharusnya memang wajar dimiliki.

Perihal adanya data manifest penerbangan Prabowo, Sandiaga menilai tidak seharusnya manifest tersebut disebarluaskan ke publik. Menurutnya, hal tersebut sifatnya rahasia dan dilindungi undang-undang.

Sebelumnya keberangkatan Prabowo ke Dubai dan Austria telah terkonfirmasi oleh Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Sam Fernando. Berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi kepada Sam, Prabowo diketahui berangkat Selasa (28/5) pukul 06.16 WIB dari Bandara Halim Perdana Kusuma.

(Baca: Didampingi Dua Delegasi Rusia, Prabowo Bertolak ke Dubai Pakai Jet)

Prabowo pergi bersama tiga orang warga negara Indonesia (WNI) lainnya, yakni Tedy Arman, Yuriko Fransisko Karundeng dan Gibrael Habel Karapang

Selain itu, terdapat dua warga negara asal Rusia dari Sekretariat Parlemen Rusia (DUMA) Anzhelika Butaeva dan Mikhail Davydov.

Dua orang ini pernah diundang oleh Wakil Ketua Umum Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam acara focus group discussion (FGD) bertema “Election System in Indonesia” 15-19 April 2019 lalu di Jakarta.

Anzhelika Butaeva dan Mikhail Davydov juga hadir dalam rangka kunjungan resmi Delegasi Pemantau Pemilu 2019 di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Di parlemen Rusia, Anzhelika Butaeva tercatat menjabat sebagai Assistant to the Deputy Chairperson of the Council of the Federation atau asisten Wakil Ketua Parlemen.

Sementara, Mikhail Davydov menjabat sebagai Advisor Low House of Parliament of Russian Federation atau Penasihat Majelis Rendah Parlemen Rusia. Ia juga menjabat sebagai Wakil Presiden Bidang Internasional Persatuan Produsen Gandum Federasi Rusia.

(Baca: Dari Dubai, Pesawat Jet Prabowo dan Rombongan Menuju Wina)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait