Wapres Ingin Ada Inovasi di Bidang Ekonomi saat Era Normal Baru

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut inovasi dibutuhkan agar kegiatan ekonomi yang produktif tetap berjalan tetapi aman dari Covid-19.
Dimas Jarot Bayu
22 Juni 2020, 11:59
pandemi corona, aktivitas ekonomi, ma'ruf amin, new normal, normal baru
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta daerah yang akan memulai aktivitas ekonomi dalam tatanan normal baru memastikan bahwa laju penyebaran coronanya sudah kondusif.

Seluruh kegiatan ekonomi akan dilaksanakan dengan cara yang berbeda ketika penerapan tatanan normal baru. Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun menilai dibutuhkan inovasi dibidang ekonomi dalam penerapan tatanan kehidupan masyarakat  normal baru.

"Dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar kegiatan ekonomi produktif tetap jalan tetapi aman Covid-19," kata Ma'ruf melalui konferensi video, Senin (22/6).

Selain berinovasi, Ma'ruf menilai daerah yang akan memulai aktivitas ekonomi dalam tatanan normal baru perlu memastikan bahwa laju penyebaran coronanya sudah kondusif. Ini ditandai dengan rasio penyebaran R0 dalam satu wilayah berada di bawah 1 selama dua pekan berturut-turut.

(Baca: Sri Mulyani Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Jadi 1%)

Kemudian, daerah harus memastikan ketersediaan layanan dan sistem kesehatan untuk menangani kasus corona baru. Daerah juga harus memiliki kemampuan dalam melakukan pelacakan yang ditandai kecukupan jumlah pelaksanaan pemeriksaan.

Lebih lanjut, Ma'ruf menilai perlu adanya perubahan perilaku masyarakat di daerah ketika penerapan tatanan normal baru. Nantinya, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan sosial dan ekonomi di era normal baru.

"Termasuk kewajiban memakai masker, physical distancing, selalu mencuci tangan, dan perilaku hidup sehat menjadi syarat utamanya," kata Ma'ruf.

Advertisement

(Baca: Semua Sektor Usaha Terpukul, Ekonomi Kuartal II Diprediksi Minus 3,4 %)

Adapun, Ma'ruf mengapresiasi upaya Kementerian Dalam Negeri yang memberikan penghargaan dan insentif kepada daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota, maupun daerah tertinggal. Lewat acara tersebut, Ma'ruf telah mendengar inovasi apa saja yang telah dihasilkan oleh 2.517 daerah.

Inovasi tersebut mencakup sektor pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, PTSP, tempat wisata, dan transportasi umum. "Semua inovasi ini merupakan sumbangan bagi daerah dan sektor ekonomi lain untuk dapat segera menyiapkan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19," kata dia.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait