Bioskop Buka Serentak Mulai 29 Juli, Pengelola Pastikan Taat Protokol

Image title
8 Juli 2020, 14:59
bioskop, PSBB, mal, pandemi corona
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Ilustrasi. Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia memastikan akan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia menyebut bioskop di seluruh Indonesia akan kembali dibuka serentak pada 29 Juli mendatang seiring pelonggaran aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Ketua GPBSI Djonny Syafruddin memastikan pembukaan bioskop akan menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19

"Para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan bersepakat untuk dapat kembali melakukan kegiatan operasional bioskop terhitung mulai Rabu, 29 Juli 2020 secara serentak di seluruh Indonesia," kata Djonny melalui siaran pers yang diterima Katadata.co.id, Rabu (8/7).

Jaringan bioskop yang akan beroperasi kembali yakni XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cineplex. Protokol kesehatan kini tengah dipersiapkan untuk dapat diimplementasikan dalam tiga minggu ke depan.

(Baca: PSBB Masa Transisi, Lansia & Balita Tak Dilarang Masuk Mal di Jakarta)

Salah satu yang dipersiapkan adalah materi komunikasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan normal baru di Bioskop. Selain itu, proses edukasi dan pelatihan internal kepada seluruh karyawan yang akan bertugas.

Upaya tersebut dilakukan agar tempat umum yang biasanya dipadati pengunjung saat akhir pekan ini tidak menjadi tempat penularan virus. "Komunikasi kepada rumah-rumah produksi terkait kesiapan film serta materi promosi yang akan dilakukan setelah bioskop dapat kembali aktif beroperasi," kata dia.

(Baca: Pengelola Mal Pastikan Protokol Kesehatan Berjalan Demi Cegah Covid-19)

Rencana pembukaan bioskop menjadi angin segar bagi pihak pengelola pusat perbelanjaan atau mal. Sejak mal dibuka jumlah pengunjung masih sangat sedikit dengan tingkat pembelanjaan hanya 10-15%.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Stefanus Ridwan mengatakan, masih minimnya pengunjung yang berbelanja di mal menyebabkan hanya 80% gerai-gerai ritel yang kembali beroperasi. Sebagian besar gerai yang telah beroperasi yaitu milik pengusaha yang memiliki modal kuat.

Sementara  sisanya enggan berspekulasi dan memilih menunggu hingga tingkat pengunjung di mal meningkat. "Apalagi kan bioskop belum boleh buka, spa, gym dan hiburan anak belum dibuka, itu penyebabnya pengunjung belum banyak karena mereka juga mau hiburan," kata dia beberapa waktu lalu.

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait