Sinyal Tapering Off Fed Masih Kuat Meski Data Tenaga Kerja AS Memburuk

Sejumlah pejabat Fed regional memberikan pernyataan bahwa bank sentral kemungkinan besar kemungkinan tetap akan melaksanakan tapering off tahun ini, meskipun data tenaga kerja memburuk bulan lalu.
Image title
9 September 2021, 08:50
tapering off, the fed, kenaikan bunga AS, Jerome powell
Reuters
Gubernur Fed Jerome Powell pada simposium Jackson Hole akhir bulan lalu mengatakan bahwa dia dan sebagian besar pejabat bank sentral lainnya setuju untuk mulai mengurangi pembelian obligasi pemerintah akhir tahun ini.

Rencana tapering off alias pengetatan stimulus oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (Fed) pada tahun ini tampaknya benar-benar akan terjadi. Sejumlah pejabat Fed regional memberikan pernyataan bahwa bank sentral tetap  akan memangkas pembelian besar-besaran obligasi pemerintah tahun ini, meskipun pasar tenaga kerja terpantau melambat bulan lalu akibat lonjakan Covid-19.

"Gambaran besarnya adalah pengurangan pembelian akan terjadi tahun ini dan akan berakhir pada paruh pertama tahun depan," kata Presiden Fed St. Louis James Bullard seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/9).

Departemen Ketenagakerjaan melaporkan akhir pekan lalu bahwa pertumbuhan tenaga kerja di sektor nonpertanian hanya bertambah 235 ribu, anjlok dari penambahan lebih dari 1 juta tenaga kerja pada bulan sebelumnya. Namun, Bullard menepis asumsi bahwa data ini memberi sinyal pasar tenaga kerja mulai mengakhiri pemulihannya. Dia mengatakan pasar tenaga kerja bisa 'sangat kuat' memasuki tahun depan jika penanganan pandemi terus membaik.

Selain Bullar, Presiden Fed Dallas Robert Kaplan dalam agenda terpisah mengatakan dia masih mendukung penurunan bertahap pembelian aset bulanan mulai Oktober, selama prospek ekonomi tidak berubah secara fundamental.

Advertisement

Namun Kaplan juga mengakui bahwa kekhawatiran terhadap lonjakan Covid-19 telah berdampak pada sisi permintaan. Dia juga menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 6% dari 6,5%. Sementara, prospek ekonomi AS tahun depan diperkirakan kembali melambat dengan pertumbuhan hanya 3% dan inflasi akan naik 2,6%.

Presiden Fed New York John Williams juga memberikan pernyataan serupa. Ia  menilai bahwa standar inflasi sudah terpenuhi. Namun, Williams juga ingin melihat peningkatan lebih lanjut di pasar tenaga kerja sebelum benar-benar menarik gas tapering off.

"Dengan asumsi ekonomi terus membaik seperti yang saya antisipasi, mungkin tepat untuk mulai mengurangi laju pembelian aset tahun ini," kata Williams dalam sebuah diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Universitas St. Lawrence.

Kendati demikian, Willian juga mengatakan dia lebih fokus pada laporan ketenagakerjaan dari waktu ke waktu untuk memberi gambaran lengkap tentang pasar tenaga kerja, ketimbang data yang dirilis bulanan. Dia akan memperhatikan sejumlah indikator seperti rasio jumlah tenaga kerja terhadap total penduduk, juga tingkat partisipasi angkatan kerja.

Gubernur Fed Jerome Powell pada simposium Jackson Hole akhir bulan lalu mengatakan bahwa dia dan sebagian besar pejabat bank sentral lainnya setuju untuk mulai mengurangi pembelian obligasi pemerintah akhir tahun ini. Pernyataannya itu disampaikan sebelum Departemen Ketenagakerjaan merilis pertumbuhan tenaga kerja yang melambat bulan lalu.

Sejumlah pejabat Fed awal bulan lalu juga sudah memberikan pernyataannya bahwa rencana pengurangan pembelian aset harus dilakukan mulai bulan depan. Namun, tapering off dengan agenda kenaikan suku bunga tampaknya masih jauh dari pambahasan dan baru akan dimulai awal tahun 2023.  Oleh karena itu, pasar juga menantikan keputusan penting yang kemungkinan akan diumumkan Fed pada rapat pejabat Fed yang akan digelar dalam dua pekan mendatang pada 21 dan 22 September.

The Fed selama ini terus membeli aset yang diterbitkan pemerintah dalam bentuk US Treasury dan sekuritas berbasis hipotek dengan nominal US$ 120 miliar per bulan. Powell dalam pengumuman rapat pejabat Fed bulan Juli menegaskan bahwa bank sentral akan secara hati-hati memperhatikan kondisi pemulihan di pasar tenaga kerja dan kenaikan inflasi sebagai indikator untuk memulai tapering off.

 

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait