Tumbuh Melambat, Utang Luar Negeri RI Capai Rp 5.800 T pada Februari

BI mencatat utang luar negeri Indonesia tumbuh 5,4% dibanding periode yang sama tahun lalu mencapai US$ 407,5 miliar atau sekitar Rp 5.800 triliun.
Agatha Olivia Victoria
15 April 2020, 12:15
Bank Indonesia, utang, utang luar negeri, utang pemerintah, utang swasta
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. BI mencatat utanng luar negeri pemerintah dan bank sentral pada Februari 2020 sebesar US$ 203,3 miliar.

Bank Indonesia mencatat utang luar negeri  Indonesia pada Februari 2020 mencapai US$ 407,5 miliar atau sekitar Rp 5.800 triliun . Posisi ULN Indonesia ini hanya tumbuh 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melambat dibanding bulan sebelumnya sebesar 7,6%. 

"Posisi ULN Indonesia terdiri dari ULN pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 203,3 miliar dan ULN sektor swasta termasuk BUMN sebesar US$ 204,2 miliar," tulis BI dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (15/4).

ULN pemerintah pada Februari mencapai US$ 200,6 miliar, tumbuh 5,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan tersebut jauh melambat dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh 9,5% secara tahunan. 

Perlambatan ULN pemerintah tersebut dipengaruhi sentimen global sebagai dampak pandemi virus corona yang meluas. Terdapat arus modal asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara domestik dalam jumlah cukup besar. 

Advertisement

(Baca: Kinerja Ekspor-Impor Membaik, Neraca Dagang Maret Surplus US$ 743 Juta)

BI menjelaskan bahwa ULN pemerintah saat ini dikelola secara hati-hati dan kredibel, serta mendukung belanja pada sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sektor prioritas tersebut meliputi sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 23,4% dari total ULN pemerintah, sektor jasa pendidikan sebesar 16,3%, sektor konstruksi sebesar 16,2%, sektor jasa keuangan dan asuransi 12,8%, serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 11,6%.

Sementara, posisi ULN swasta tumbuh 5,9%, relatif sama dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan di tengah peningkatan ULN lembaga keuangan.

Kemudian, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan tumbuh sebesar 6,9%, melambat dari 7,7% pada Januari 2020. Sementara itu, ULN lembaga keuangan tumbuh meningkat dari 0,3% menjadi 2,7%.

(Baca: IMF Ramal Ekonomi RI Tahun Ini Hanya Tumbuh 0,5%, Terendah Sejak 1998)

Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar yakni mencapai 77,4% dari total ULN swasta adalah sektor jasa keuangan dan  asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan.

Kendati demikian, BI menganggap struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto pada Februari 2020 sebesar 35,9%, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 36,3%.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,2% dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait