Klaim Kendaraan dan Properti Berpotensi Melonjak akibat Banjir

Klaim terhadap kerugian kendaraan bermotor dan properti diperkirakan akan melonjak pada awal tahun ini akibat banjir yang melanda wilayah Jabodetabek.
Agatha Olivia Victoria
3 Januari 2020, 11:27
asuransi kendaraan bermotor, asuransi properti, jakarta banjir, asuransi banjira
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Warga berjalan melewati banjir di Perumahan Ciledug Indah, Tangerang, Kamis (2/1/2020). Banjir yang melanda Jabodetabek menimbulkan kerugian pada aset properti dan kendaraan bermotor sebagian masyarakat.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI memperkirakan klaim asuransi kendaraan bermotor dan properti berpotensi meningkat pada awal 2020 akibat banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi atau Jabodetabek.

"Klaim atas kerugian banjir pasti meningkat, tapi kami belum dapat memperkirakan karena masih menunggu informasi dari perusahaan-perusahaan penerbit polis," ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI Dody Achmad kepada Katadata.co.id, Jumat (3/1). 

(Baca: Apindo Sebut Sejumlah Sektor Usaha Lumpuh Akibat Banjir Jabodetabek)

Meski ada peningkatan klaim akibat banjir, ia meyakini perusahaan-perusahaan asuransi telah melakukan manajemen risiko dengan baik. Ini dilakukan dengan mereasuransikan produk-produk asuransi yang terkait dengan risiko katastropik. 

Advertisement

"Jika penempatan reasuransi yang dilakukan tepat, insyaallah tidak akan terlalu besar berdampak ke underwriting," jelas dia. 

Peristiwa banjir dinilai Dodi memberikan pelajaran penting bagi masyarakat tentang pentingnya asuransi.  "Ini menjadi literasi bagi masyarakat, perlu ada back up asuransi untuk mengatasi kerugian keuangan yang datang tak terduga," ungkap dia. 

(Baca: Korban Banjir Jabodetabek Bertambah, 30 Orang Meninggal)

Ia pun mengingatkan, tak seluruh kerugian akibat kendaraan bermotor dan properti yang diasuransikan ditanggung oleh penerbit polis. Hanya kendaraan atau properti yang menggunakan produk asuransi dengan perluasan banjir yang akan ditanggung . 

Curah hujan yang tinggi sejak malam Tahun Baru, Selasa (31/12) menimbulkan banjir di sebagian besar wilayah. Hingga pagi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat terdapat 43 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait