Kerja Sama Produksi Konten, MNC dan SCTV Buka Peluang Tukar Saham

MNC dan Surya Citra Media meneken kerja sama produksi konten. Keduanya juga membuka peluang untuk bertukar saham hingga membentuk anak usaha.
Image title
12 Desember 2019, 15:33
mnc, sctv, kerja sama konten, produksi
Arief Kamaludin | KATADATA
Ilustrasi. MNC dan SCTV meneken kerja sama untuk memproduksi konten yang disiarkan di aplikasi melalui internet atau over the top/OTT maupun layar lebar.

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCTV) meneken kerja sama untuk memproduksi konten yang disiarkan di aplikasi melalui internet atau over the top/OTT  maupun layar lebar. Perusaan berkode MNCN dan SCMA ini pun membuka peluang untuk bertukar saham hingga membentuk anak usaha.

Presiden Direktur MNC David Fernando Audy menjelaskan, kerja sama yang diteken keduanya baru sebatas produksi film atau serial bersama. Hal ini dilakukan untuk menurunkan biaya produksi dan menurunkan konten lokal. 

Saat ini, biaya produksi film terutama untuk genre action cukup mahal. Melalui kerja sama ini, beban biaya produksi dapat dibagi. 

"Misalnya, dibutuhkan biaya 100 untuk memproduksi sebuah film, nanti pembagiannya 50-50. Dengan begitu kami bisa memproduksi lebih banyak konten," kata David, saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/12).

Advertisement

(Baca: MNC dan Surya Citra Media Bakal Berkolaborasi Demi Tingkatkan Bisnis)

Dengan lebih banyak konten, diharapkan impor film dapat berkurang. Ia bahkan menargetkan 95% film dan serial yang tayang di OTT milik MNC merupakan konten lokal. 

Kerja sama antara kedua pihak juga dapat berkembang dalam bentuk pertukaran saham hingga pembentukan anak usaha. Namun untuk pertukaran saham, menurut David, belum ada keputusan lantaran masih butuh kajian terkait nilai valuasi. 

Presiden Direktur Surya Citra Media Sutanto Hartono menambahkan, kolaborasi antara kedua pihak diharapkan dapat memperbesar monetisasi. Dengan banyaknya jumlah konten dan layar yang dikeluarkan, maka akan semakin banyak orang yang menonton.

(Baca: MNC Bakal Kerek Tarif Penayangan Iklan 25% Tahun Depan)

"Netflix monetisasinya besar karena pasarnya dunia. Kalau film barat kami tinggal impor, tapi kami juga ingin membuka pasar." ujar Sutanto.

Nantinya, produksi konten bersama ini akan tayang di OTT masing-masing perusahaan, yakni MNC melalui RCTIPlus dan SCM melalui Vidio.

Kendati demikian, Sutanto belum dapat mengungkapkan jenis konten dan berapa film atau TV Series yang ditargetkan bisa diproduksi. Namug akan diproduksi pada OTT masing-masing, yakni MNC melalui RCTIPlus dan SCM melalui Vidio.

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait