Rupiah Melemah Kembali Sentuh Level 14.100 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Sore ini, Selasa (17/9) melemah 58 poin atau 0,41% ke level Rp 14.100 per dolar AS.
Image title
Oleh Agustiyanti
17 September 2019, 16:39
rupiah, dolar as
Arief Kamaludin (Katadata)
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Sore ini, Selasa (17/9) melemah 58 poin atau 0,41% ke level Rp 14.100 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Sore ini, Selasa (17/9) melemah 58 poin atau 0,41% ke level Rp 14.100 per dolar AS. Pelemahan rupiah masih disebabkan oleh sentimen lonjakan harga minyak dunia.

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah hari ini di posisi Rp 14.100 per dolar AS, melemah dari posisi kemarin Rp 14.020 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, indeks dolar AS menguat 0,02% ke level 98,63. Sementara itu, hampir seluruh mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS.

(Baca: Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Harga Minyak Dunia)

Yuan Tiongkok dan ringgit Malaysia melemah masing-masing 0,38%, rupee India 0,42%, won Korea 0,64%, dolar Taiwan 0,27%, dan baht Thailand 0,1%. Kemudian dolar Singapura dan dolar Hong Kong masing-masing melemah 0,12% dan 0,06%, serta yen Jepang 0,06%.

Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan kenaikan harga minyak membawa sentimen negatif bagi rupiah. Pasalnya, menurut dia, Indonesia adalah negara net importir minyak, yang mau tidak mau harus mengimpor karena produksi dalam negeri belum memadai.

Pada Januari-Juli, ekspor migas Indonesia tercatat US$ 1,6 miliar, sementara impor migas US$ 1,75 miliar.

(Baca: Masih Terdampak Serangan Kilang Saudi, Harga Minyak Naik Hampir 15%)

"Kalau harga minyak naik, maka biaya impor migas bakal semakin mahal. Artinya akan semakin banyak devisa yang 'terbakar' untuk impor migas, membuat tekanan di neraca perdagangan dan transaksi berjalan (current account) meningkat," jelas Ibrahim, Selasa (17/9).

Menurut Ibrahim, rupiah pada perdagangan besok masih akan dipengaruhi sentimen dari Timur Tengah dan kebijakan Bank Sentral AS, The Federal Reserve. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.050-14.140 per dolar AS.

Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait