BRI Pangkas Target Obligasi Semester II 2019 Jadi Rp 5 Triliun

Penerbitan obligasi BRI pada semester II 2019 sebesar Rp 5 triliun merupakan bagian dari Penawaran umum Berkelanjutan sebesar Rp 20 triliun.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
14 Agustus 2019, 14:03
direksi bri, obligasi
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jajaran direksi BRI. BRI menurunkan target penerbitan obligasi pada semester II 2019 dari Rp 6 triliun menjadi Rp 5 triliun.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memangkas target penerbitan surat utang atau obligasi pada semester II 2019 dari semula di kisaran Rp 6 triliun menjadi Rp 5 triliun. Penerbitan obligasi tersebut merupakan tahap pertama dari rencana Penawaran Umum Berlanjutan (PUB) I perseroan sebesar Rp20 triliun. 

"Ancer-ancer waktu itu menerbitkan sekitar Rp 6 sampai 7 triliun setahun. Tapi, semester II 2019 ini mungkin kita pasang Rp 5 triliun," kata  Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo dalam paparan kinerja semester I 2019 di kantornya, Jakarta, Rabu (14/8).

Haru tak menjelaskan alasan penurunan target penerbitan obligasi tersebut. Namun, ia menjelaskan proses penerbitan PUB tersebut masih memerlukan proses yang panjang. Setelah merilis laporan keuangan semester I 2019, pihaknya kini masih menunggu pemeringkatan (rating) dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 

(Baca: Semester I 2019 Laba BRI Hanya Tumbuh 8%, Terbebani Danareksa)

Adapun penerbitan PUB senilai Rp 20 triliun itu akan dilakukan dalam jangka waktu tiga tahun. "Kemudian kami juga masih perlu menunggu nanti izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang kurang lebih (terbit) pada September 2019. Jadi mudah-mudahan bisa issue di bulan Oktober 2019," kata Haru menambahkan.

Sebelumnya, Haru menyebut nilai obligasi yang akan diterbitkan masih bisa berubah karena perlu menyesuaikan dengan dana yang dibutuhkan. Dana obligasi tersebut bakal dipakai untuk merealisasikan target bisnis yang sudah tercantum dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun ini. Beberapa rencana ini di antaranya mencukupi pendanaan agar likuiditas tetap terjaga.

(Baca: OJK Ajak Investor Lokal Imbangi Asing di Pasar Surat Utang Negara)

Sepanjang tahun ini BRI menargetkan penyaluran kreditnya tumbuh 12-14% dari tahun lalu. Sementara, per semester I 2019, BRI mampu menyalurkan kredit senilai Rp 888,32 triliun. Pencapaian ini meningkat 11,84% di bandingkan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, BRI berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi pada semester I 2019 sebesar Rp 16,16 triliun, tumbuh 8,19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year). BRI juga mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 945,05 triliun atau tumbuh 12,78%.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait