Erick Thohir Tunjuk Darmin Nasution Menjabat Komut Pupuk Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir mengubah susunan direksi dan komisaris PT Pupuk Indonesia.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
4 Agustus 2020, 20:07
BUMN, pupuk Indonesia, komisaris utama, menteri BUMN erick thohir
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution ditunjuk sebagai komisaris utama Pupuk Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir melakukan perubahan susunan komisaris dan direksi PT Pupuk Indonesia. Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ditunjuk sebagai sebagai Komisaris Utama menggantikan Bungaran Saragih yang telah habis masa jabatannya.

Selain itu, Erick juga menunjuk Bakir Pasaman sebagai direktur utama untuk menggantikan Aas Asikin Idat yang habis masa jabatannya.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, direksi dan komisaris sebelumnya, telah membawa perusahaan berkembang. "Kinerja Perusahaan selalu menunjukan tren positif selama lima tahun terakhir," katanya dalam siaran resmi, Selasa (4/8).

Darmin menjabat sebagai Menko Perekonomian periode 2014-2019, masa jabatan pertama Presiden Joko Widodo. Ia juga juga pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 2009-2014.

 Adapun susunan lengkap jajaran Komisaris dan Direksi Pupuk Indonesia sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Darmin Nasution,
Komisaris Independen: Mustoha Iskandar
Komisaris Independen: Anhar Adel
Komisaris: Bambang Widianto,
Komisaris: Suwandi
Komisaris: Febrio Nathan Kacaribu
Komisaris: Ari Dwipayana,
Komisaris: Anwar Sanusi

Dewan Direksi

Direktur Utama: Bakir Pasaman
Wakil Direktur Utama: Nugroho Christijanto
Direktur Pemasaran: Gusrizal
Direktur Keuangan dan Investasi: Indarto Pamoengkas
Direktur Transformasi Bisnis: Panji W. Ruky
Direktur Produksi: Bob Indiarto
Direktur SDM & Tata Kelola: Winardi

Ombudsman sebelumnya menyebutkan sebanyak 397 komisaris BUMN rangkap jabatan pada 2019. Menurut anggota Ombudsman Alamsyah Saragih, mayoritas ada di BUMN yang belum memberikan pendapatan signifikan, bahkan merugi.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait