Kelanjutan Pemilu AS Belum Jelas, Rupiah Melemah ke 14.170/US$

Kurs rupiah dibuka menguat, tetapi bergerak melemah pada perdagangan pagi ini.
Agatha Olivia Victoria
13 November 2020, 09:49
rupiah, nilai tukar rupiah, pandemi corona, pemilu AS
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi. Rupiah dibuka menguat di posisi Rp 14.150 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,14% ke level Rp 14.150 per dolar AS pada pasar spot pagi ini, Jumat (13/11). Meski demikian, mata uang Garuda bergerak melemah seiring kelanjutan pemilu Negeri Paman Sam yang belum jelas.

Mengutip Bloomberg, rupiah hingg pukul 09.40 WIB bergerak melemah ke posisi Rp 14.175 per dolar AS. Beberapa mata uang Asia turut melemah. Won Korea Selatan melemah 0,06%, rupee India 0,37%, yuan Tiongkok 0,16%, ringgit Malaysia 0,04%, dan baht Thailand 0,1%.

Sementara yen Jepang menguat 0,22%, dolar Taiwan 0,01%, dan peso Filipina 0,08%. Adapun  dolar Hong Kong dan Singapura stagnan. 

Direktur Riset Center Of Reform on Economics Piter Abdullah Redjalam mengatakan sentimen positif terkait vaksin semakin habis ditutup oleh isu negatif, salah satunya permasalahan kelanjutan pemilu presiden AS. "Dengan begitu rupiah akan bergerak tipis cenderung melemah," kata Piter kepada Katadata.co.id, Jumat (13/11).

Advertisement

Donald Trump menolak hasil pemilu karena merasa dicurangi. Tim kampanyenya pun sudah mengajukan gugatan ke sejumlah negara bagian.

Adapun kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden telah mengalahkan petahana Trump pada pemilu AS. Biden diprediksi telah memenangkan pemilu karena perolehan suara elektoralnya mencapai 290, sedangkan Trump memperoleh 214 suara.

Kendati demikian, perjalanan Biden masih panjang sebelum resmi menduduki kursi presiden di Negeri Paman Sam. Ada sejumlah tahapan yang masih harus dilewati hingga presiden terpilih dilantik pada Januari 2020.

Di sisi lain, Piter menilai perkembangan kasus positif Covid-19 secara global yang terus meningkat turut membebani rupiah. Mengutip Worldometers, kasus virus corona dunia pada pukul 09.00 WIB bertambah 5.974 menjadi 53,1 juta orang.

Sementara di dalam negeri, masih banyak isu yang tidak cukup positif dan akan menjadi pertimbangan investor, termasuk di antaranya perkembangan kasus Covid-19 yang tetap tinggi. Dengan begitu, rupiah akan bergerak di antara Rp 14.075 - 14.150 per dolar AS.

Adapun jumlah tambahan kasus virus corona secara nasional mencapai 4.173. Totalnya, ada 452.291 orang terinfeksi Covid-19 di Indonesia.



DKI Jakarta kembali menjadi penyumbang terbesar kasus harian Covid-19. Tambahan kasus positif di ibu kota Pada Kamis (12/11) mencapai 831. Padahal angka Covid-19 di Jakarta pada hari sebelumnya hanya mencapai 587.

 Angka tersebut mengantarkan ibu kota ke peringkat kedua, setelah beberapa bulan sebelumnya selalu berada di peringkat pertama penambahan kasus tertinggi.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebutkan bahwa pasar menanggapi secara negatif kenaikan tinggi kasus Covid-19 di AS. Negeri Paman Sam masih menjadi negara dengan kasus tertinggi yang mencapai 10,87 juta.

Kenaikan kasus tersebut bisa menghambat pemulihan ekonomi di negara itu, sementara vaksin belum tersedia. "Faktor ini mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya pagi ini," ujar Ariston kepada Katadata.co.id.

Meski dolar AS kemungkinan melemah sambung dia, pasar tetap harus mewaspadai sentimen kenaikan virus tersebut. Alasannya, sentimen tersebut bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar emerging markets.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait