DPR AS Berencana Makzulkan Trump, Rupiah Melemah Tembus 14.200/US$

Rupiah bergerak melemah dan sempat menyentuh level Rp 14.200 per dolar AS pada perdagangan pagi ini. Hingga pukul 10.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp 14.195 per dolar AS.
Agatha Olivia Victoria
12 Januari 2021, 10:12
rupiah, nilai tukar, pandemi corona,
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Ilustrasi. Rupiah dibuka menguat di level Rp 14.120 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,03% ke level Rp 14.120 per dolar AS pada pasar spot pagi ini, Selasa (12/1). Namun, rupiah bergerak melemah dan sempat menyentuh level Rp 14,200 per dolar AS sesaat usai pembukaan. 

Mengutip Bloomberg, rupiah hingga pukul 10.00 WIB melemah 0,5% ke posisi Rp 14.195 per dolar AS. Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,05%, dolar Singapura 0,05%, won Korea Selatan 0,21%, rupee India 0,19%, ringgit Malaysia 0,31%, dan baht Thailand 0,08%. Sementara dolar Hong Kong naik 0,01%, dolar Taiwan 0,08%, peso Filipina 0,04%, dan yuan Tiongkok 0,16%.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyebutkan bahwa mata uang negeri Paman Sam diperdagangkan menguat terhadap semua mata uang utama setelah munculnya sentimen risk-off di pasar keuangan global. Sentimen risk-off melonjak setelah Dewan Perwakilan Rakyat AS berencana melakukan pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump setelah kerusuhan di Capitol pekan lalu. "DPR rencananya akan menggelar pemungutan suara pada Rabu depan," kata Josua kepada Katadata.co.id, Senin (12/1).

Sentimen risk-off yang membayangi juga menyeret turun pasar saham AS karena DJIA, S & P500, dan NASDAQ masing-masing turun 0,29%, 0,66%, dan 1,25%. Sementara itu, Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic menyatakan, pengurangan pembelian obligasi akan dimulai pada akhir 2021 jika pemulihan ekonomi berjalan dengan baik.

Dia juga memperkirakan bahwa Bank Sentral AS, The Fed akan menaikkan suku bunga sekitar paruh kedua tahun 2022, lebih cepat dari yang diharapkan yakni pada 2023. Pernyataannya dan sentimen risk-off mendorong mata uang Negeri Paman Sam lebih kuat. Indeks dolar AS naik 0,14% menjadi 90,59.

Josua mengatakan, rupiah melemah terhadap dolar AS meskipun Indeks Keyakinan Konsumen naik menjadi 96,5, lebih tinggi dari bulan sebelumnya, 92. Kenaikan IKK pada bulan Desember 2020 tidak lepas dari pernyataan pemerintah terkait pengadaan vaksin pada tahun 2021. "Pengadaan vaksin yang dijanjikan gratis tersebut mendorong peningkatan ekspektasi masyarakat terhadap pemulihan ekonomi, terutama dalam hal ini, ketersediaan pekerjaan di masa mendatang," ujar dia.

Dalam komponen IKK indeks ekspektasi terhadap ketersediaan pekerjaan meningkat menjadi 121,7 dari sebelumnya 117,7. Terlihat dari komponennya, kenaikan IKK tertinggi justru berasal dari keyakinan terhadap kondisi saat ini, yang meningkat menjadi 68,6, dari sebelumnya 60,6. Peningkatan ini menadakan bahwa kondisi perekonomian Desember 2020 mulai berangsur-angsur membaik. 

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebutkan bahwa pagi ini tingkat imbal hasil obiligasi AS tenor 10 tahun terlihat masih meningkat. Dalam perdagangan kemarin, yield obligas AS kembali mencetak level tertinggi baru pada 2021 di kisaran 1.15% setelah hari sebelumnya ditutup di kisaran 1.12%.

"Kenaikan imbal hasil obligasi ini masih bisa menjadi pemicu pelemahan nilai tukar lainnya terhadap dolar AS termasuk rupiah hari ini," kata Ariston kepada Katadata.co.id.

Di sisi lain, kabar baik dari persetujuan BPOM terhadap penggunaan vaksin sinovac di Tanah Air bisa menahan pelemahan rupiah tersebut. Dengan persetujuan ini, vaksinasi bisa segera dimulai dan pada akhirnya bisa membantu mengendalikan pandemi. Mata uang Garuda pun diperkirakan bergerak di antara Rp 14.050-14.200 per dolar AS satu hari ini.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
Video Pilihan

Artikel Terkait