LPS Tutup 118 Bank, Bayar Klaim Nasabah Rp 1,7 T

LPS mencatat, terdapat 118 bank yang telah ditutup, terdiri dari satu bank umum dan 117 Bank Perkreditan Rakyat/BPR Syariah.
Image title
26 April 2022, 14:57
LPS, bank, nasabah, bank ditutup, rekening
Katadata
Ilustrasi. LPS mencatat total rekening nasabah perbankan hingga akhir Februari 2022 mencapai 447,36 juta rekening.

Lembaga Penjamin Simpanan telah membayarkan klaim penjaminan simpanan atas  265.884 rekening pada bank yang ditutup sebesar Rp 1,7 triliun sejak 2005 hingga tahun lalu. Total terdapat 118 bank yang telah ditutup, terdiri dari satu bank umum dan 117 Bank Perkreditan Rakyat/BPR Syariah. 

"Sepanjang tahun 2021, LPS telah melakukan likuidasi delapan BPR/BPRS," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa melalui keterangan tertulis dikutip Selasa (26/4).

Purbaya mencatat total simpanan yang telah dibayarkan dalam enam belas tahun terakhir mencapai 82,06% dari total simpanan seluruh bank yang dilukuidasi. Sementara jumlah rekening yang dibayarkan simpanan mencapai 93,32% dari total rekening. 

Adapun khusus tahun lalu saja, total klaim penjaminan yang dibayarkan LPS mencapai Rp 71,46 miliar kepada 16.730 rekening.

Advertisement

LPS mencatat total rekening nasabah perbankan hingga akhir Februari 2022 mencapai 447,36 juta rekening. Dari jumlah tersebut, rekening yang sudah memperoleh penjaminan penuh dari LPS sebanyak 99,9% atau 447,1 juta rekening. Sementara sisanya, sebanyak 318 ribu rekening mendapat penjaminan sebagian hanya sampai Rp 2 miliar.

Lembaga ini juga melaporkan bahwa kinerja industri perbankan menunjukan tren pemulihan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan membaiknya aktivitas produksi dan konsumsi. Hal ini tercermin dari total aset perbankan per 31 Desember 2021 sebesar Rp 10,112,9 triliun, tumbuh 10,2% YOY. 

Fungsi intermediasi perbankan juga membaik. Kredit tumbuh 5,2% YOY menjadi Rp 5.768,6 triliun. Kinerja ini menunjukkan pembalikan setelah 2020 terkontraksi 2,4%. 

"Membaiknya kinerja perbankan ini merupakan pencapaian yang patut disyukuri di tengah situasi pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada sistem perbankan,” kata Purbaya.

Meski demikian, menurut dia, pertumbuhan kredit belum optimal karena perbankan masih berhati-hati dan selektif di tengah masih tingginya risiko kredit yang bisa menekan kinerja perbankan. Purbaya memastikan pihaknya bersama bank sentral akan berupaya menjaga suku bunga pada level rendah untuk menekan biaya dana sehingga mendorong penurunan suku bunga kredit perbankan.

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait