Pemerintah Ingatkan Warga untuk Disiplin Jika Ingin Corona Mereda Juni

Disiplin ketat juga harus berjalan di daerah yang tidak memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Dimas Jarot Bayu
5 Mei 2020, 19:05
virus corona, pandemi corona, covid-19
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Yurianto (5/5) ingatkan masyarakat disiplin jika ingin corona mereda Juni 2020

Pemerintah kembali meminta masyarakat untuk mematuhi aturan terkait pencegahan virus corona Covid-19. Juru bicara nasional penanganan corona Achmad Yurianto mengatakan dengan disiplin, pandemi ini dapat dikendalikan pada Juni-Juli 2020.

Bahkan Yurianto mengingatkan bahwa disiplin ketat juga harus berjalan di daerah yang tidak memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

“Kuncinya cuma satu, kepatuhan, disiplin, dan komitmen yang kuat. Itu tidak bisa dilaksanakan oleh sekelompok, tapi harus dikerjakan semua,” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (5/5).

(Baca: Ekonomi Kuartal II Berpotensi Minus Hingga 5% akibat Pandemi Corona)

Advertisement

Jika terus disiplin, diharapkan kehidupan masyarakat mulai berjalan normal pada Agustus mendatang. Namun Yurianto mengatakan meski berjalan biasa, aktivitas tak akan sama jika dibandingkan sebelum ada corona.

Dia menjelaskan kondisi berbeda itu adalah masyarakat yang lebih sering menjaga kebersihan serta hidup lebih sehat. Dengan cara tersebut penularan corona dapat dicegah. “Kuncinya adalah gotong royong kita,” kata Yurianto.

Sedangkan hingga Selasa (5/5) siang, jumlah kasus positif corona bertambah 484 menjadi 12.071 orang. Sementara, pasien yang sembuh bertambah 243 orang, sehingga totalnya menjadi 2.197 orang. Selain itu ada tambahan delapan kasus kematian akibat corona pada hari ini, sehingga totalnya 872 orang. 

Dia juga menjelaskan ada 239.226 orang yang saat ini berstatus dalam pemantauan (ODP). Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) hingga rilis data siang ini mencapai 26.408 orang.

“ODP Sebagian besar sudah selesai dipantau. Di beberapa wilayah lain masih update,” katanya.

(Baca: Menristek: Tipe Corona di Indonesia Beda dengan 3 Jenis Lain di Dunia)

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait