Pemerintah Pantau Tujuh Provinsi Siap Masuk New Normal, Ini Daftarnya

Pemerintah akan menghentikan kegiatan new normal di daerah jika gelombang kedua corona muncul.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
27 Mei 2020, 18:46
new normal, provinsi, virus corona
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Pembeli mengantre dengan jaga jarak fisik d Depok, Jawa Barat, Selasa (28/4/2020). Pemerintah (27/5) menyebut tujuh provinsi siap masuk fase tatanan normal baru usai dilanda corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah menyatakan sudah ada tujuh provinsi yang bisa menjalankan tatanan normal baru alias new normal karena penularan virus corona covid-19 dianggap melemah. Indikasinya adalah turunnya pertumbuhan reproduksi virus atau basic reproduction number (Rt) di beberapa daerah yang cukup rendah.

Provinsi yang disebut siap menjalankan new normal adalah DKI Jakarta, Aceh, Jambi, Maluku, Riau, Kalimantan Utara, dan Jawa Barat. DKI akan menyelesaikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 4 Juni mendatang.

“Jawa Barat ada beberapa daerah yang PSBB sampai 29 Mei,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/5).

(Baca: Mitigasi Gelombang Kedua Corona, Menristek Usul 3 Hal Saat New Normal)

Angka reproduksi ini menunjukkan gambaran kemampuan menular covid-19 di antara individu. Jika indikator menunjukkan R0 atau kurang dari satu, maka tingkat penularan dapat dikatakan sudah rendah.

Airlangga berharap dengan turunnya angka penularan maka aktivitas ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat dapat dimulai kembali. Dia mengatakan pelaksanaan new normal akan dikoordinasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan Kementerian Kesehatan.

“Seluruh daerah akan ikut koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Airlangga merujuk pada Gugus Tugas.

Ia menjelaskan bagi daerah dengan tingkat penularan rendah dapat menyusun protokol uji coba new normal sebelum resmi berjalan. Daerah bersama TNI dan Polri akan menjalankan norma kesehatan yang ketat demi mencegah menyebarnya Covid-19.

“Ini agar tidak ada gelombang kedua. Kalau ada, kegiatan dihentikan kembali,” ujar Ketua Umum Partai Golkar itu.

Sedangkan juru bicara nasional penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah melakukan kajian secara bertahap untuk dapat memulai relaksasi. Beberapa yang masih dibahas antara lain bagaimana jaga jarak fisik dilakukan.

“Kami pastikan siapapun yang ada di fasilitas umum seperti toko, mal, dan supermarket adalah orang yang diyakini sehat,” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (27/5).

Dari laman penyedia analisis data Thebonza.com, indikator penularan corona di beberapa wilayah RI mulai menunjukkan pelemahan. Mereka menghitung angka reproduksi ini dengan pemodelan matematika dan mengadaptasi model yang diperkenalkan Bettencourt dan Ribeiro (2008) serta Systrom (2020).

Hingga 26 Mei, tingkat reproduksi Covid-19 di Jakarta sudah di angka 0.96 atau menurun dari 1.09 pada 11 Mei. Angka reproduksi corona di Jawa Barat telah menurun dari 1.40 pada 20 Mei menjadi 0.93 di 26 Mei. Sedangkan tingkat penggandaan Covid-19 juga melandai di Kalimantan Utara dari 1.32 tanggal 1 Mei menuju 0.82 pada 24 Mei.

“Kami mengeluarkan usaha terbaik menghitung Rt (reproduksi) secara akurat. Namun sebagaimana model matematika, tetap punya limitasi,” tulis Bonza di lamannya, Rabu (27/5).

(Baca: Bappenas Klaim Uji Spesimen Corona di DKI Jakarta Sesuai Syarat WHO)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto, Antara

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait